Breaking News:

Tips Aman Berolahraga Saat Puasa, Perhatikan Beberapa Hal Ini

Kita tetap dianjurkan berolahraga saat berpuasa, namun dengan memerhatikan beberapa hal.

Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Gambar oleh 272447 dari Pixabay
Foto ilustrasi wanita yang sedang berolahraga sambil membawa bola 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ibadah puasa sudah dimulai sejak 23 April 2020 lalu.

Saat puasa tentu tubuh akan terasa lemas dari biasanya.

Hal tersebut terjadi karena kita harus menahan lapar maupun haus kurang lebih 12 jam lamanya.

Namun puasa bukan alasan bagi kita untuk berhenti berolahraga.

Kita tetap dianjurkan berolahraga, dengan memerhatikan beberapa hal.

Amerika Serikat Izikan Obat Remdesivir Untuk Pasien Virus Corona, Ini Keunggulan & Perbandingannya

Jahe Merah, Jambu Biji, hingga Minyak Kelapa Sedang Diuji Kemenristek sebagai Obat Covid-19,

Update Covid-19: Kasus Positif di Indonesia Mencapai 11.192 Orang, Pasien Sembuh di Bali 151 Orang

Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis Departemen Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Deta Tanuwidjaja memberikan penjelasan.

Menurut dia, ada tiga efek dari olahraga ketika berpuasa, yakni ancaman hipoglikemia, ancaman dehidrasi, dan ambang laktat yang mudah tercapai.

“Hipoglikemia adalah penurunan kadar gula darah dalam tubuh."

"Penurunan gula darah ini menyebabkan tubuh mudah lemas, gemetar, hingga berkeringat dingin,” ujar Deta dikutip dari laman Unpad, Sabtu (2/5/2020).

Sementara, ancaman dehidrasi merupakan kondisi tubuh yang mulai kekurangan cairan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved