Corona di Indonesia
Penurunan Kunjungan Wisman ke Indonesia Akibat Pandemi COVID-19 Sesuai Perkiraan
Penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebagai dampak pandemi COVID-19 sesuai perkiraan
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebagai dampak pandemi COVID-19 sesuai perkiraan sebagaimana terjadi juga di negara lain.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif fokus melakukan mitigasi dampak pandemi COVID-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus mempersiapkan program dan strategi dalam menghadapinya untuk bangkit pascapandemi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, pariwisata merupakan sektor pertama dan paling terdampak atas pandemi COVID-19.
• Soal dan Jawaban X-Sains: Gaya dan Sifat-sifatnya Kelas 4-6 SD , Belajar dari Rumah TVRI 5 Mei 2020
• Soal Dan Kunci Jawaban TVRI SMP Selasa 5 Mei : Benarkah Umur Dedi Lebih Tua 30 tahun dari umur Andi?
• Soal Dan Kunci Jawaban TVRI 5 Mei SD Kelas 4-6 : 3 Contoh Aktivitas Yang Menggunakan Sifat Gaya
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2020 turun sebesar 45,50 persen dibandingkan bulan Februari 2020.
Dibandingkan pada Maret 2019, jumlah kunjungan wisman pada Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 64,11 persen.
"Secara kumulatif pada Januari hingga Maret 2020, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2,61 juta kunjungan atau turun 30,62 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 3,76 juta kunjungan," kata Wishnutama, Selasa (5/5/2020) melalui keterangan tertulisnya.
• Soal dan Jawaban Gemar Mengukur Berat Benda untuk kelas 1-3 SD, Belajar dari Rumah TVRI 5 Mei 2020
• Memiliki Hati Tajam Namun Kata-katanya Lurus, Begini Kehidupan Mereka yang Lahir Selasa Umanis Uye
• BREAKING NEWS: Didi Kempot Meninggal di RS Kasih Ibu Solo Hari Ini
Penurunan ini, kata Wishnutama, sudah dapat diperkirakan mengingat langkah-langkah pemerintah Indonesia dan juga pemerintah negara penyumbang wisman potensial ke Indonesia yang memutuskan menutup akses keluar-masuk negaranya demi pencegahan penyebaran COVID-19.
"Kemenparekraf sendiri saat ini fokus dalam upaya bersama mencegah penyebaran COVID-19 serta memastikan dan menjalankan langkah mitigasi dampak dari pandemi COVID-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," imbuh Menteri Wishnutama.
Banyak langkah yang telah dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf, baik dengan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait maupun program mandiri Kemenparekraf yang semuanya memfokuskan terhadap pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.
• Kronologi Seorang Wanita Disiram Air Keras Suaminya di Jakarta, Pelaku Licin & Suka Berpindah Tempat
• Viral Soal Terima Transfer Uang Rp 600.000 ke Rekening BRI, Begini Penjelasan BRI & Kemensos
"Program-program yang membantu pekerja dan pengusaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan terus dilakukan, termasuk memberi usulan pada kementerian/lembaga lain dalam menjaga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," tambahnya.
Untuk itu Wishnutama mengajak partisipasi aktif para pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk sama-sama berjuang dan tetap optimistis guna membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif pasca pandemi.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga memperkirakan akan terjadi booming pariwisata usai pandemi COVID-19 teratasi.
"Pembangunan pariwisata ke depan, kita akan fokuskan ke hal-hal yang sangat prinsip guna mengantisipasi tren dan paradigma baru pariwisata atau yang dikenal 'new normal’ yang lebih peduli pada masalah sanitasi dan higienitas, misalnya. Termasuk meningkatkan pendekatan teknologi dan digital dalam layanan wisata dan ekonomi kreatif," kata Wishnutama.
• Ciri dan Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar, Kenalilah Agar Menuai Kemuliaan di Bulan Ramadhan
Ia menuturkan, menurunnya kinerja sektor pariwisata tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di negara-negara lain. Penutupan batas kota atau negara mengakibatkan tidak beroperasinya banyak rute penerbangan sehingga aktivitas pariwisata pun mandek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/seorang-wisatawan-di-ulun-danu-beratan-bedugul_20160706_005149.jpg)