Corona di Bali
Bagi Sembako untuk Pemilah Sampah dan Petugas Kebersihan di Jembrana
Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Wabup, Kembang Hartawan menyalurkan sembako bagi masyarakat bawah yang terdampak langsung Covid-19
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dampak pandemi Covid-19 tak hanya dirasakan oleh pekerja kantoran dan juga buruh di pasar.
Adapun juga berdampak kepada petugas kebersihan dan pemilah sampah di Jembrana, Bali.
Atas hal ini, Bupati Jembrana, I Putu Artha didampingi Wabup, Kembang Hartawan menyalurkan sembako bagi masyarakat bawah yang terdampak langsung.
Bantuan disalurkan kepada para pemilah sampah serta tenaga kebersihan non PNS , bertempat di TPA Peh Desa Kaliakah Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, Selasa (5/5/2020).
• Soal dan Kunci Jawaban TVRI SMP Rabu 6 Mei 2020: Tata Artistik Yang Harus Kamu Gunakan Untuk Film
• Gubernur Bali Temui Pangdam IX/Udayana Bahas 159 PMI Kapal Pesiar MV. Quantum Of The Seas
• Soal dan Jawaban TVRI Sahabat Pelangi Kelas 1-3 SD 6 Mei 2020 : Tuliskan Dua Hal Tentang Ambon
Bupati Jembrana, I Putu Artha mengatakan, penyaluran sembako itu merupakan tanggungjawab pemerintah kepada masyarakatnya.
Apalagi, ditengah masa sulit seperti sekarang dalam pandemi Corona.
Para pemilah sampah, sehari-hari mengais rejeki dari tumpukan sampah di TPA Peh, terpaksa mesti diistirahatkan sementara guna menghindari kontak langsung dan terinfeksi virus.
"Mereka (petugas kebersihan dan pemilah sampah) yang bertugas di TPA terpaksa dirumahkan sementara sehingga tidak bisa bekerja. Keputusan itu terpaksa dilakukan demi keselamatan dan terhindar dari penularan virus," ucapnya.
Artha mengaku, petugas pemilah sampah itu perannya luar biasa.
Terutama dalam pemilahan sampah plastik sehingga mampu mengurangi volume sampah di TPA Peh yang tiap hari makin bertambah.
Mereka merupakan petugas yang sangat peduli dan ikut menjaga lingkungan ikut terdampak.
"Bantuan sembako kali ini sifatnya stimulus , jadi tidak hanya kali ini saja. Nanti didesa masing masing mereka juga akan menerima bantuan berdasarkan data yang dikeluarkan pihak desa," tegasnya.
Dalam pandemi ini, sambungnya, tentu saja diharapkan berakhir dengan cepat.
Sehingga, petugas kebersihan dan pemulung bisa bekerja kembali.
Bencana non alam ini, juga sebagai pelajaran untuk masyarakat selalu menjaga kebersihan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemkab-jembrana-keluarkan-edaran-tentang-ngembak-geni.jpg)