Corona di Bali

Desa di Klungkung Ditarget Cairkan BLT Pekan Ini.

Meski sudah memasuki minggu pertama bulan Mei, belum semua desa di Klungkung merampungkan pendataan calon penerima BLT-DD

Tribun Manado
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Meski sudah memasuki minggu pertama bulan Mei, belum semua desa di Klungkung merampungkan pendataan calon penerima BLT-DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa). Padahal Pemkab Klungkung menargetkan setiap desa sudah menyampaikan data calon penerima BLT-DD paling lambat, Selasa (5/5).

Meskipun beberapa desa molor dalam melakukan pendataan, Pemkab menargetkan Jumat (8/5) mendatang harus sudah ada desa di Klungkung yang menyalurkan BLT-DD

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Pengendalian Penduduk Klungkung I Wayan Suteja menyampaikan, hingga Rabu (6/5) belum semua desa rampung dalam melakukan pendataan calon penerima BLT Dana Desa. Sementara dari 53 desa di Klungkung, hanya sekitar 50 persen desa yang sudah melaksanakan Musdesus (musyawarah khusus) untuk menentukan calon penerima BLT-DD, sementara sisanya masih merampungkan pendataan.

" Kami sudah cek tadi di setiap Kecamatan, rata-rata desa yang sudah melalukan musdesus baru 50 persen. Sisanya masih proses pendataan," ujar Wayan Suteja, Rabu (6/5).

Ia mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi para petugas di desa untuk melakukan pendataan calon penerima BLT-DD. Misalnya adanya beberapa perubahan ketentuan persyaratan penerima BLT-DD dari Kementrian, dari awalnya mengacu pada 14 kriteria kemiskinan menjadi tiga acuan.

Antara lain, warga yang kehilangan mata pencaharian dan tidak memiliki cadangan ekonomi untuk hidup selama tiga bulan kedepan, memiliki anggota keluarga yang sakit menahun/kronis, serta warga miskin yang sudah terdata DTKS, namun belum menerima bantuan. Sehingga pihak desa memerlukam waktu, untuk mencari warga yang sesuai kriteria itu sehingga penyaluran BLT bisa tepat sasaran.

" Selain itu, petugas yang mendata juga harus memastikan calon penerima BLT Dana Desa tidak menerima bantuan PKH, BPNT, dan kartu prakerja. Sehingga tidak ada yang menerima bantuan double, dan inilah yang membutuhkan waktu. Sementara beberapa ketentuan juga sempat ada perubahan di akhir April lalu," jelasnya.

Ia juga menegaskan, BLT-DD bagi warga yang kehilangan mata pencaharian tidak semata-mata untuk warga yang di PHK maupun yang dirumahkan karena COVID-19. Namun diperuntukan bagi kepala keluarga yang kehilangan mata pencaharian, serta tidak memiliki cadangan ekonomi untuk hidup selama tiga bulan kedepan.

" Untuk warga yang dirumahkan atau PHK karena COVID-19 ini, diarahkan untuk menerima program kartu prakerja," ungkap Suteja.

Meskipun pendataan agak molor, dirinya tetap menargetkan, Jumat (8/5) mendatang harus sudah ada desa di Klungkung yang menyalurkan BLT-DD untuk periode bulan April. Nantinya setiap warga akan menerima BLT-DD sebesar Rp 600 ribu, selama tiga bulan.

" Target kami, Jumat (8/5) harus sudah ada desa yang menyalurkan dana desanya," ungkapnya. (Mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved