Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Cerita di Balik Nama 7 Anggota Kerajaan Inggris

Ada banyak tradisi dan aturan berbeda yang harus dipatuhi para anggota kerajaan — mulai dari mengenakan pakaian berwarna tertentu saat tur, hingga

Tayang:
ssl.com  via Tribun Travel
Keluarga kerajaan Inggris  

TRIBUN-BALI.COM - Ada banyak tradisi dan aturan berbeda yang harus dipatuhi para anggota kerajaan — mulai dari mengenakan pakaian berwarna tertentu saat tur, hingga yang berbasis pernikahan, seperti memilih bunga khusus dalam karangan bunga pengantin.

PraktIk umum lainnya yang terlihat selama bertahun-tahun dilakukan oleh orang-orang di lingkungan kerajaan adalah mengenakan nama baru.

Namun rupanya tidak semua anggota Kerajaan Inggris melanggengkan kebiasaan yang mulai dianggap kuno itu.

Meski begitu, ada beberapa cerita soal nama anggota Kerajaan Inggris yang menarik untuk disimak.

Berikut adalah nama-nama itu.

Mulai Beroperasi, Maskapai Garuda Indonesia Diminta Tak Beri Ruang Bagi Pemudik

Update Covid-19: Pasien Sembuh di Indonesia Sudah 2.317, di Bali 107 Orang Masih dalam Perawatan

WIKI BALI - Kecamatan Kuta Selatan Badung, Sejarah Singkat HIngga Objek Wisata Ternama

1. Meghan Markle

Nama asli Meghan Markle adalah Rachel.

Aktris Amerika yang berubah menjadi anggota kerajaan ini sebenarnya dilahirkan sebagai Rachel Meghan Markle.

Diperkirakan bahwa Meghan mulai menggunakan nama tengahnya ketika dia masih di sekolah, mengingat foto-foto buku tahunannya menunjukkan dia terdaftar sebagai "Meghan Markle" dan bukan "Rachel Markle."

Meskipun Meghan tidak pernah secara terbuka menjelaskan mengapa dia mengubah namanya, banyak yang percaya alasannya karena terdengar lebih menarik dan karenanya membuat nama panggung yang lebih baik, atau hanya karena Rachel adalah nama yang cukup umum di tahun 80-an.

2. Pangeran Harry

Nama asli Pangeran Harry adalah Henry.

Putra dari Pangeran Charles dan Diana, Harry, terlahir dengan nama Henry, tetapi nama itu tak digunakan kecuali keadaan resmi menentukan sebaliknya.

Penyanyi Adele Curi Perhatian, Kini Berhasil Turunkan Berat Badan hingga 50 Kilogram

3 Dampak Buruk Bagi Tubuh Akibat Tidak Makan Sahur

3. Ratu Victoria

Nama asli Ratu Victoria adalah Alexandrina Ratu legendaris itu lahir dengan nama Alexandrina Victoria, yang diberikan oleh ayah baptisnya, seorang pria bernama Tsar Alexander I.

Ketika dia menjadi penguasa Inggris, dia dinasihati untuk mengganti namanya, Victoria (yang pada waktu itu adalah nama Prancis yang tidak biasa), dan menggantinya dengan nama yang lebih agung terdengar.

Namun Victoria tetap pada pendiriannya, dan nama itu justru menjadi sangat populer di kemudian hari.

4. Kate Middleton

Nama asli Kate Middleton adalah Catherine.

Meskipun dia biasa dipanggil dengan Kate, Duchess of Cambridge dibaptis dengan nama Catherine Elizabeth Middleton.

Nama tengahnya yang sama dengan nama Ratu Elizabeth seolah merupakan ramalan tentang kehidupan kerajaannya yang akan datang.

Keseruan Boy Group K-Pop Treasure Belajar Yoga dan Tari Tradisional Bali

5. Pangeran Charles

Pangeran Charles bisa mengubah namanya menjadi Philip, Arthur atau George.

Ini adalah salah satu tradisi, yakni ketika raja (atau ratu) naik tahta, mereka dapat memilih salah satu dari nama tengah mereka untuk memerintah jika mereka lebih suka.

Diperkirakan bahwa Pangeran Charles, bila kelak dinobatkan menjadi raja, akan mengadopsi nama George sebagai penghormatan kepada kakeknya.

6. Raja George VI

Nama asli Raja George VI adalah Albert.

Ayah Ratu Elizabeth II, dan kakek buyut Pangeran Harry dan Pangeran William ini lahir sebagai Albert Frederick Arthur George Saxe-Coburg-Gotha.

Meskipun ia dipanggil Bertie sewaktu kecil, ketika dinobatkan pada tahun 1937, ia menjadi Raja George untuk menjadi selaras dengan ayahnya sendiri.

7. Nama keluarga kerajaan berubah dari Saxe-Coburg-Gotha menjadi Windsor

Menurut situs web resmi kerajaan sebelum 1917, anggota keluarga Kerajaan Inggris tidak memiliki nama keluarga, tetapi hanya nama rumah atau dinasti tempat mereka berasal.

Namun, pada tahun 1917, Raja George V mengadopsi nama Windsor tidak hanya sebagai nama rumah atau dinasti, tetapi juga sebagai nama keluarga.

Nama Saxe-Coburg-Gotha sendiri terinspirasi dari kastil dengan nama yang sama.

Jelas pilihan terakhir jauh lebih menarik, selain nama baru ini juga dipilih karena terdengar lebih Inggris daripada Jerman.

Hal-hal berbau Jerman seperti Saxe-Coburg-Gotha, tidak terlalu disukai setelah Perang Dunia I, maka kita sekarang memiliki Elizabeth Windsor. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Anggota Kerajaan Inggris yang Punya Cerita di Balik Namanya"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved