Fadli Zon Geram PLN Baru Jelaskan Perhitungan Tagihan Bulan April Setelah Banyak Komplain Konsumen

Fadli Zon mempertanyakan kenapa PLN tidak memberitahukan kepada konsumen tentang adanya kebijakan yang diambil sepihak itu.

Istimewa
Ilustrasi PLN 

TRIBUN-BALI.COM - Setelah sempat menyangkal karena telah menaikkan tarif listrik, PLN akhirnya mengakui menambahkan tarif pada bulan April 2020.

Pengakuan ini usai masyarakat ramai-ramai mengeluhkan adanya tagihan pembayaran listrik yang tidak wajar.

Politisi Partai Gerindra pun menganggap PLN tidak profesional menjalankan tugasnya.

Fadli Zon mempertanyakan kenapa PLN tidak memberitahukan kepada konsumen tentang adanya kebijakan yang diambil sepihak itu.

Usai Viral di Medsos Beli 11 Ton Gabah Petani Bali, Maharani Kini Bagi 2.000 Paket Sembako ke Warga

Persiapan Hadapi Provokasi AS, Tiongkok Pamer Kekuatan Militer di Laut China Selatan

Banyak Pelanggan Gagal Terima Diskon Listrik 900 VA dan 1.300 VA, ini Sebabnya

"Cara-cara PLN ini sangat tdk profesional dan sangat merugikan konsumen. Tak ada pemberitahuan kpd konsumen n mengambil langkah seenaknya shg tagihan meningkat tajam. Setelah byk komplain baru ada penjelasan," tulis Fadli Zon di akun Twitter Kamis, (7/5/2020)

PLN menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik selama ini.

Dikutip dari kompas.tv, Vice President Communication & CSR PLN, I Made Suprateka, menuturkan pihaknya memastikan kenaikan tagihan listrik tersebut bukan karena adanya kenaikan tarif listrik.

Tapi diakui PLN, ada tambahan tagihan listrik di bulan April.

Sejak bulan Maret, PLN tak lagi mengirim petugas pencatat meteran ke lapangan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Suprateka menjelaskan, selama masa pandemi Covid-19, PLN telah melakukan perubahan mekanisme dalam penghitungan tagihan listrik kepada pelanggannya

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved