Corona di Bali
4.760 KK di Denpasar Dapat BLT-DD, Baru Disalurkan Kepada 47 KK
Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Kota Denpasar mulai disalurkan.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Kota Denpasar mulai disalurkan.
BLT-DD ini diberikan kepada masyarakat miskin terdampak Covid-19 di seluruh desa di Denpasar, Bali.
BLT-DD ini disalurkan kepada 4.760 KK miskin, keluarga yang kehilangan mata pencahariannya atau keluarga yang tidak mampu menopang perekonomian keluarganya karena terdampak pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemerintah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana mengatakan, sampai saat ini BLT-DD ini baru diserahkan kepada 47 KK di Desa Tegal Harum Denpasar Barat.
• BREAKING NEWS! Karangasem dan Lombok Diguncang Gempa Berkekuatan 4,4 SR, Ini Analisis BMKG
• Soal dan Jawaban Sahabat Pelangi TVRI Senin 11 Mei 2020: Karung Terdampar untuk Jenjang SD kelas 1-3
• Apakah Keberuntungan Akan Menghampiri Mereka yang Lahir Senin Paing Menail?
Sisanya masih dalam proses pencairan dan pembuatan buku tabungan bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD).
"Karena masih dalam proses pencairan dan pembuatan buku tabungan sehingga BLT-DD baru tersalurkan secara langsung kepada masyarakat sebanyak 47 kk di Desa Tegal Harum," kata Alit Wiradana.
Pihaknya mengatakan, untuk KK lainnya akan dituntaskan dalam minggu-minggu ini.
Menurutnya hal ini akan dikebut terus sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam proses pembuatan buku tabungan.
Bantuan BLT-DD merupakan dana yang disalurkan ke masyarakat melalui rekening buku tabungan sehingga tidak ada pemotongan.
Satu KK akan mendapat bantuan sebanyak Rp 600 ribu setiap bulannya selama tiga bulan terhitung dari bulan April, Mei dan Juni.
Untuk masyarakat yang mendapatkan bantuan ini pihaknya mengacu pada surat Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia.
Bantuan ini diberikan kepada keluarga miskin di Desa dengan kategori, keluarga yang kehilangan mata pencaharian/ pekerjaan atau tidak mampu menopang ekonomi keluarganya selama tiga bulan, keluarga yang belum terdata menerima Program Keluarga Harapan/ PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kartu prakerja serta yang memiliki anggota keluarga yang rentan sakit menahun atau kronis.
Dari kiteria tersebut Alit Wiradana bersama pihak desa dan relawan melakukan pendataan secara langsung, untuk memperoleh data yang akurat dan tidak terjadinya tumpang tindih masalah data, sehingga BLT DD benar-benar tepat pada sasaran.
Menciptakan transparan bantuan pihaknya berharap masyarakat ikut mengawasi bantuan ini.
Selain itu pihaknya mengharapkan agar Kepala Desa di masing-masing wilayah agar menempel atau mengumumkan warganya yang mendapatkan bantuan.
"Dengan cara itu akan tercipta transparan bantuan yang diberikan, sehingga masyarakat lainnya benar-benar mengatahui bantuan tersalur kepada siapa saja," katanya. (*).