Sejarah di Gianyar, untuk Pertama Kalinya Proyek Pemerintah Telan Dana Rp 250 Miliar

Proses pembongkaran bangunan Pasar Umum Gianyar akan dilakukan 28 Mei 2020.

Istimewa
Bupati Gianyar, Made Mahayastra saat meninjau tempat relokasi pedagang Pasar Umum Gianyar, di Kelurahan Samplangan, Gianyar, Senin (11/5/2020). 

GIANYAR, TRIBUN-BALI.COM - Bupati Gianyar, Made Mahayastra bersama Komisi II DPRD Gianyar meninjau tempat relokasi para pedagang Pasar Umum Gianyar yang akan dibawa ke Kelurahan Samplangan, Gianyar, Senin (11/5/2020).

Pedagang direlokasi karena Pasar Gianyar akan direnovasi dengan anggaran Rp 250 miliar. 

Ada berbagai kekurangan yang saat ini akan segera dilengkapi untuk kenyamanan pedagang, mulai dari areal yang panas karena tidak adanya pohon peneduh dan tempat sampah yang kurang.

“Ada beberapa hal yang mesti kita tambahkan seperti tempat sampah. Tempat ini luas tapi tempat sampahnya kurang, begitu juga penghijauan. Dari jam 10 pagi sampai 12 siang pasti sangat panas, maka perlu ditambahkan pohon perindang. Saya arahkan penanaman pohon besar,” ujar Mahayastra.

Keunggulan dari tempat realokasi ini, kata Mahayastra, adalah lahannya yang luas sehingga para pedagang bisa menerapkan physical distancing.

“Saya rasa tempatnya cukup luas, sehingga seribuan pedagang di sii bisa kita terapkan jaga jaraknya,” ujarnya, namun tidak merinci luas lahan relokasi ini.

Kapan para pedagang di Pasar Umum Gianyar akan direlokasi? Mahayastra menargetkan proses relokasi bisa dilakukan dari 14 Mei 2020 ini sampai batas waktu 24 Mei 2020.

Proses pembongkaran bangunan Pasar Umum Gianyar akan dilakukan 28 Mei 2020.

“Proses relokasi bisa dilakukan mulai dari tanggal 14 ini, lalu diharapkan semua pedagang sudah di sini pada 24 Mei, karena tanggal 28 Mei proses pembongkaran pasar sudah harus dimulai. Pembongkaran pasar kita targetkan berlangsung selama sebulan,” ujarnya.

Terkait proyeksi pembangunan pasar baru, Mahayastra mengatakan, proses lelang fisik pembangunan dilakukan Oktober 2020. Seperti di ketahui, pembangunan Pasar Umum Gianyar ini dianggarkan sebesar Rp 250 miliar yang sumber dananya berasal dari APBN.

“Oktober adalah lelang tahap pembangunan. Kami patut bersyukur karena ini sejarah pertama kali di Gianyar ada pembangunan dengan anggaran sebesar Rp 250 miliar,” ujarnya. 

Penataan Wajah Kota 

Selain renovasi Pasar Gianyar, Mahayastra berambisi menata wajah Kota Gianyar. Ia tetap menggelontorkan bansos untuk perbaikan infrastruktur desa adat. Satu di antaranya adalah bansos senilai Rp 1,36 miliar di Desa Adat Tegal Tugu untuk pembangunan bale pengayah Pura Dalem Tegal Tugu yang disungsung oleh tiga banjar.

Bantuan Rp 1,35 miliar ini tidak hanya untuk renovasi bale pengayah, tetapi juga untuk biaya sarana pengabenan. “Pembangunan di Desa Adat Tegal Tugu ini sejalan dengan dikomitmen kami yang ingin menata wajah perkotaan, mengingat lokasi desa ini berdekatan dengan pusat Kota Gianyar,” ujar Mahayastra.

Menurut dia, sejauh ini pembangunan di Kota Gianyar masih jauh dari harapan. Karena itu, selain mewujudkan pembangunan desa, pihaknya juga berkomitmen memperbaiki wajah perkotaan mulai dari pembangunan Pasar Umum Gianyar dan merampungkan perbaikan RSUD Sanjiwani. 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved