Corona di Bali

Persiapan RSUP Sanglah Jelang PKM di Denpasar

Terkait Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PMK) yang akan dilaksanakan, Jumat (15/5/2020) mendatang, RSUP Sanglah telah melakukan beberapa persiapan

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Irma Budiarti
Humas RSUP Sanglah
RSUP Sanglah. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terkait Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PMK) yang akan dilaksanakan, Jumat (15/5/2020) mendatang, RSUP Sanglah telah melakukan beberapa persiapan.

Saat dikonfirmasi, Kabag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna mengatakan tujuan diadakannya PMK adalah untuk membatasi kegiatan masyarakat yang tidak memiliki tujuan jelas.

Sementara di RSUP Sanglah sendiri, telah dilakukan beberapa persiapan terhadap pegawai, pendistribusian logistik serta pemeriksaan pasien yang datang ke RSUP Sanglah saat masa PKM.

Persiapan tersebut diantaranya saat pegawai akan pergi bekerja selalu gunakan masker serta membawa KTP dan ID Card.

Untuk memastikan memang benar pegawai-pegawai RSUP Sanglah, pihak rumah sakit juga telah membuat surat perintah tugas untuk seluruh pegawai yang tinggal d iluar Kota Denpasar, yang ditandatangani langsung  Direktur Utama RSUP Sanglah, dr Wayan Sudana.

"Bagi pegawai yang ID Card-nya sudah mulai rusak, sudah diperbaharui. Surat penugasan juga sudah diberikan kepada para pegawai yang diperbantukan di RSUP Sanglah. Seperti petugas laboratorium dari Unud dan Warmadewa. Sedangkan tenaga kerja yang diperbantukan jumlahnya fluktatif tergantung dari jumlah sampel yang datang," ungkap Dewa saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (13/5/2020).

Sementara untuk pendistribusian logistik, Dewa mengatakan tidak ada pembatasan terkait hal tersebut.

"Pendistribusian sembako atau obat-obatan nanti jalurnya akan tetap diizinkan pemerintah," terangnya.

Untuk pasien sakit yang akan memeriksakan diri ke RSUP Sanglah sistemnya sama.

Misalkan ada pasien rawat inap yang sudah pulang, nantinya pasien akan mendapatkan surat keterangan dalam perawatan atau kontrol.

"Itu kan bisa menjelaskan bahwa masyarakat yang keluar dari rumah memang jelas tujuannya. Terlebih kebanyakan pasien dari RSUP Sanglah berasal dari luar Kota Denpasar," imbuhnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved