Tunggak & Telat Bayar Pajak STNK Dua Tahun Berturut, Kendaraan Anda Jadi Barang Rongsok

Sosialisasi penghapusan registrasi dan identitas (redigent) Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK ) bagi pemilik kendaraan yang menunggak pajak terus

Editor: Ady Sucipto
(KOMPAS.com/ACHMAD FAUZI)
Lembar Pajak STNK 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Sosialisasi penghapusan registrasi dan identitas (redigent) Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK ) bagi pemilik kendaraan yang menunggak pajak terus digalakkan Direktorat Lalu Lintas (Dilantas) Polda Metro Jaya. 

Rencana pemberlakuan aturan ini, seperti dilaporkan Kompas.com, sudah disosialisasikan sejak 2019 lalu dan akan menyasar bagi pemilik kendaraan yang menunggak pajak kendaraan selama dua tahun berturut-turut dari masa berlakunya STNK lima tahunan. 

Hal ini berarti, kendaraan yang menunggak pajak akan berubah jadi barang rongsok, karena tidak ada opsi pemutihan atau regristrasi ulang. 

“Penghapusan data STNK penunggak pajak itu lanjutan tahun lalu.

Update Covid-19: 109 Pasien Positif dalam Perawatan di Bali, 3.063 Kasus Telah Sembuh di Indonesia

Menakar Kekuatan Militer Beijing di Laut China Selatan, Sulit Diimbangi Negara Kawasan ASEAN

PHRI Tembuskan Keluhan Beban Listrik kepada PLN ke Pemerintah Pusat, Tetap Belum Ada Kejelasan

Sampai saat ini tahapannya masih sosialisasi,” ucap Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Martinus Aditya, kepada Kompas.com (12/5/2020).

Martinus mengatakan, aturan ini sebetulnya sudah tertuang dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 74.

Pasal tersebut menjelaskan bahwa ada dua dasar penghapusan registrasi kendaraan, yaitu permintaan pemilik dan pertimbangan pejabat berwenang tentang registrasi kendaraan.

Pada ayat 2, penghapusan registrasi kendaraan bisa dilakukan bila kendaraan rusak berat sehingga tidak dapat dioperasikan dan pemilik tidak melakukan registrasi minimal dua tahun setelah habis masa berlaku STNK (5 tahun).

Sementara itu, mengenai rencana penghancuran bagi kendaraan yang menunggak pajak selama dua tahun berturut-turut setelah habis masa berlaku STNK, menurutnya merupakan rencana kebijakan nasional dan belum berlaku di wilayah Polda Metro Jaya.

“Sampai saat ini hanya diblokir, dihapus data regident-nya,” ujar Martinus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Telat Bayar Pajak Kendaraan, Data STNK Bisa Diblokir", 

(Dio Dananjaya)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved