Bulan Ramadhan
3 Pola Interaksi, Saling Mencintai, Menyayangi, dan Berempati Berdasarkan Hadis Nabi Muhammad SAW
Kalimat “tawâddihin (saling mencintai)“ diartikan ketulusan cinta antara individu dengan lainnya.
TRIBUN-BALI.COM - Dari Nu’man bin Basyir dia berkata: Rasulullah SAW Bersabda, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya),”
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
Penjelasan Hadis
Menurut Subhan Nur, Lc, M.Ag, Kepala Seksi Pengembangan Metode dan Materi Dakwah Dit. Penerangan Agama Islam, hadis tersebut memberikan illustrasi kekuatan solidaritas kemanusiaan - khususnya - di kalangan umat Islam berlandaskan pondasi keimanan.
Demikian pula hadis ini menjelaskan 3 pola interaksi yaitu saling mencintai, saling menyayangi, dan saling berempati.
Ketiga kalimat ini memiliki kemiripan arti tetapi berbeda substansi.
Kalimat “tawâddihin (saling mencintai)“ diartikan ketulusan cinta antara individu dengan lainnya.
Secara tersirat, hadis ini melarang umat Islam bersikap tahâsud (saling dengki) dan tabâghudh (saling membenci) karena akan melahirkan permusuhan dan perpecahan.
Perintah “saling mencintai” menunjukkan perintah melakukan perbuatan yang melahirkan rasa saling mencintai seperti saling berkunjung atau silaturrahim, saling memberi hadiah, saling menebar salam kepada orang yang dikenal maupun tak dikenal, saling menasehati kepada kebenaran dan kesabaran, dan lain sebagainya.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA:
“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Dan kalian tidak disebut beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang apabila kalian melakukannya, kalian pasti saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
• Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Danrem 163/Wira Satya Serahkan Bingkisan ke Anggotanya
Demikian pula, dianjurkan saling memberi hadiah sehingga menguatkan persaudaraan, persatuan, dan saling mencintai.
Masih menurut Subhan Nur, Lc, M.Ag, seperti dilansir bimasislam.kemenag.go.id, bahkan syeikh Muhammad bin shalih Al-Utsaimin menjelaskan kadangkala kedudukan memberikan hadiah lebih utama daripada sedekah pada keadaan tertentu.
Rasulullah SAW bersabda:
"Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kalian akan saling mencintai". (HR. Bukhari)
• Doa Malam Lailatul Qadar dan Keutamaannya Malam 1000 Bulan, Bulan Ramadhan Memasuki Hari Ke-25
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-masjid-ramadhan-2020.jpg)