Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bulan Ramadhan

Niat, Tata Cara dan Bacaan Salat Idul Fitri

Berikut niat, tata cara, dan bacaan salat Idul Fitri, serta panduan salat Idul Fitri berjamaah dari MUI

Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali / Widyartha Suryawan
Salat Idul Fitri 1348 H di Masjid Agung Asasut Taqwa, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung, Bali, (25/6/2017). 

TRIBUN-BALI.COM - Salat Idul Fitri dapat dilakukan selepas terbit matahari hingga tergelincirnya waktu zuhur tiba.

Secara umum, tata cara dan bacaan salat Idul Fitri tidak jauh beda dengan salat pada umumnya.

Namun yang membedakannya adalah kesunahan membaca takbir, tasbih, tahmid serta surat-surat khususnya.

Salat Idul Fitri dilakukan sebanyak dua rakaat satu salam.

Setelah itu, khatib akan membacakan teks khutbah dihadapan jemaah.

Berikut niat, tata cara, dan bacaan salat Idul Fitri, yang Tribunnews.com kutip dari zakat.or.id.

1. Niat Salat Idul Fitri

Bacaan yang pertama adalah niat. Berikut bacaannya,

أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Usholli rak’ataini sunnatan li’idil fitri (ma’muman/imaman) lillahi ta’ala

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah idul fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Hukum melafalkan niat ini merupakan sunnah, yang wajib adalah secara sadar dan sengaja dalam batin berniat akan menunaikan Salat Idul Fitri.

2. Takbiratul Ihram

Bacaan yang kedua dalam salat Idul Fitri yakni takbiratul ihram.

Setelah takbiratul ihram, jemaah disunahkan untuk membaca doa Iftitah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved