Corona di Bali

Berikan Imbauan, Celuluk Polres Badung Kembali Teror Pengunjung Pasar Petang

Celuluk polres Badung kembali turun meneror masyarakat untuk taat kepada protokol kesehatan terkait pademi virus corona (Covid-19).

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Celuluk polres Badung saat memberikan imbauan di Pasar Petang, Badung, Selasa (19/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Celuluk polres Badung kembali turun meneror masyarakat untuk taat kepada protokol kesehatan terkait pademi virus corona (Covid-19).

Bahkan Selasa (19/5/2020) celuluk bermuka merah memberikan imbauan yang menyasar Pasar Petang, Badung, Bali.

Imbauan yang diberikan tetap memberitahu masyarakat, agar menjaga kesehatan, tetap menggunakan masker saat keluar rumah dan menjaga jarak.

Program yang diberi nama "Grebeg Pasar" Polres Badung memiliki gaya khasnya menghibur masyarakat lewat tarian Celuluk dan vokalis dari Satuan Pembina Masyarakat.

Donald Trump Ngaku Minum Obat Cegah Corona Tiap Hari setelah 2 Staf Gedung Putih Dinyatakan Positif

Diduga Karena Hujan Deras, Tembok Penyengker Sudrawan di Bangli Jebol

Update Covid-19: 71,59 Persen Pasien Positif di Bali Sembuh - Pemerintah Gaungkan The New Normal

Kegiatan Grebek Pasar ini disambut baik oleh warga setempat, bahkan ada dari mereka yang ikut nyanyi mengikuti lagu yang dibawakan personil tersebut dan mendukung penuh kegiatan Polres Badung dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kasatbinmas Polres Badung Kompol Ni Luh Wirati, SH menjelaskan, gaya grebek pasar ini untuk memudahkan perhatian masyarakat, baik pedagang maupun pengunjung pasar dalam memberikan sosialisasi.

Seperti biasanya, imbauan yang diberikan pun untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang penyebarannya terus meningkat yakni pada transmisi lokal.

"Ini upaya yang lebih mudah untuk menarik perhatian masyarakat, agar masyarakat terbiasa menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak dalam kehidupan sehari-hari," ujar Kompol Wirati didampingi Kanitbinpolmas Satbinmas, Ipda I Ketu Weda Guna, SH.

Pada pelaksanaan imbauan yang dilaksanakan, disebutkan sangat maksimal, lantaran perhatian masyarakat tertuju pada celuluk.

Sehingga masyarakat menyimak apa yang dijelaskan jajaran kepolisian meski bercostum celuluk.

"Ini hanya kami gunakan sebagai media, untuk menarik perhatian masyarakat. Namun jika dianalogikan kami anggap celuluk adalah virus Corona yang sangat membahayakan dan menyeramkan," bebernya.

Meski demikian, pihaknya berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga penyebaran virus bisa cepat dihentikan.

"Kami tidak menginginkan adanya transmisi lokal. Jadi kami harap masyarakat mematuhi semua protokol kesehatan," bebernya

"Mari kita ikuti anjuran pemerintah, guna dikehidupan yang baru dan normal ini. Dengan menaati aturan, niscaya kita bisa selamat dari serangan virus Corona," pungkasnya. (*).

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved