Ketua Ombudsman Bali Umar al Khatab Bagi-bagi Sembako pada Jurnalis

Paket bantuan tersebut, sengaja diberikan tiga hari jelang pelaksanaan hari raya Idul fitri 1441 Hijriah

Tribun Bali/Ragil Armando
Ketua Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali, Umar al-Khattab menyerahkan bantuan kepada jurnalis, di kantor ORI Bali, Kamis (21/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ombudsman RI Perwakilan Bali menyerahkan bantuan puluhan paket sembako kepada para jurnalis yang biasa bertugas mewartakan informasi ke masyarakat.

Paket bantuan tersebut, sengaja diberikan tiga hari jelang pelaksanaan hari raya Idul fitri 1441 Hijriah.

Ketua Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali, Umar al-Khattab mengatakan, pemberian paket sembako tersebut sebagai bentuk kepedulian pihaknya terhadap para jurnalis yang melakukan tugas peliputannya dalam memberitakan informasi khususnya terkait pandemi Covid-19 atau Corona.

"Meski di tengah keterbatasan saat ini, kami berusaha memberikan perhatian kepada para jurnalis, mereka ini merupakan garda terdepan dalam memberitakan pandemi," kata dia di sela-sela menyerahkan bantuan kepada jurnalis, di kantor ORI Bali, Kamis (21/5/2020).

Umar menilai kerja keras para jurnalis di tengah pandemi yang selalu update menyajikan informasi kepada masyarakat, patut diapresiasi.

"Jurnalisme di tengah pandemi COVID-19 tak hanya dituntut menyajikan informasi yang valid, namun juga mencerahkan dan mencerdaskan," ungkap pria asal Solor NTT ini.

Selain itu, para jurnalis juga ikut terdampak akibat pandemi ini.

Pasalnya, menurut dia bisnis media ikut berguncang akibat sapuan gelombang pandemi.

Padahal, banyak jurnalis yang harus merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga dalam kondisi kekurangan akibat hal tersebut.

Pun begitu, para jurnalis tetap harus menyuguhkan informasi yang mengedepankan esensi di masyarakat.

"Para jurnalis dituntut tak hanya menuliskan berita yang penuh sensasi, namun harus lebih menyuguhkan informasi yang mengedepankan esensi. Apalagi di saat sebagian besar masyarakat berkegiatan di rumah, kemungkinan besar konsumsi mereka dalam mengakses berita juga akan meningkat," imbuhnya.

Umar juga mengajak para jurnalis selalu menjaga harkat, martabat, dan derajat sebagai jurnalis dengan tidak menuliskan pemberitaan secara serampangan.

"Kualitas seorang jurnalis bukanlah hanya dinilai dari seberapa cepat ia mampu menuliskan sebuah berita. Namun juga dari seberapa akurat informasi yang berhasil didapat. Pemberitaan yang tak valid dengan narasumber yang tak kredibel, adalah bagian dari pembodohan bangsa," tuturnya.

Saat disinggung mengenai sumber sumbangan tersebut. Ia mengaku bahwa puluhan paket tersebut berasal dari kantong pribadinya.

"Ini dari saya pribadi," ungkapnya. (*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved