Pencarian Nelayan Hilang Belum Membuahkan Hasil, Besok Tim SAR Lanjutkan Pencarian
Pencarian Nelayan Hilang Belum Membuahkan Hasil, Besok Tim SAR Lanjutkan Pencarian
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Hingga sore ini Tim SAR dalam pencarian Nelayan atas nama Made Dolpin (35) yang hilang kemarin belum membuahkan hasil.
“Hingga pukul 18.00 WITA hasil pencarian masih nihil. Pencarian akan di lanjutkan besok pagi hari Jumat tanggal 22 Mei 2020 pada pukul 06.00 WITA,” imbuh Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada, Kamis (21/5/2020).
Mengenai apakah ada hambatan atau terkendala cuaca dalam pencarian?
Gede Darmada menyampaikan situasi dan kondisi di LKP (Last Know Position) atau lokasi terakhir dikabarkan hilang dengan Alut yang digunakan oleh tim SAR gabungan di LKP masih aman dalam melakukan pencarian.
“Tinggi gelombang seputaran LKP 2 sampai 4 Meter. Kecepatan angin hingga 13 Knots. Cuaca berawan dan hujan ringan. Jarak pandang terbatas. Tapi masih aman, tadi pencarian tetap dilakukan,” ungkapnya.
Sebelumnya pencarian tadi di mulai pukul 06.00 WITA Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan SRU Laut (RIB 05 Denpasar, Speedboat Polair Polresta Denpasar dan Sea Rider Polair Polda Bali) sesuai dengan search area.
Kemudian pukul 06.30 WITA Tim SAR Gabungan melaksanakan penyisiran pantai Bali Selatan diantaranya Pantai Nusa Dua, Pantai Geger hingga Pantai Pandawa.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian hari ke dua terhadap seorang nelayan yang hilang saat melaut di Perairan Water Blow.
Nasib nahas dialami Made Dolpin (35) yang berdomisili di Jimbaran.
Disaat ia mencari ikan menggunakan sampan, tiba-tiba ombak menghantam sampan miliknya di sekitar utara Water Blow, Nusa Dua.
Korban sempat menghubungi rekannya untuk mencari bantuan.
Laporan tersebut diterima petugas komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) pada hari Rabu 20 Mei kemarin pukul 14.10 Wita.
“Setelah terima laporan, kami segera kerahkan 8 personil menuju Pelabuhan Benoa untuk pergerakan RIB ke lokasi tenggelanya Made Dolpin," jelas Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada.
Koordinasi juga terus dilakukan bersama Polair Nusa Dua serta masyarakat setempat.
Darmada mengungkapkan, saat itu kondisi gelombag cukup ekstrim, dimana tinggi gelombang mencapai 4 meter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-tenggelam_20180429_080018.jpg)