Corona di Indonesia

Survei LIPI: 41 Persen Pengusaha Hanya Bisa Bertahan Kurang dari 3 Bulan, Agustus Usaha Terhenti

Dari sisi pekerja, ada gelombang PHK tenaga kerja dan penurunan pendapatan akibat mandeknya kegiatan usaha di sebagian besar sektor bisnis

Pixabay
ILUSTRASI-Survei LIPI: 41 Persen Pengusaha Hanya Bisa Bertahan Kurang dari 3 Bulan 

TRIBUN-BALI.COM - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Badan Litbang Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan dan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia melakukan survei online mengenai dampak wabah virus corona terhadap dunia usaha.

Survei dilakukan selama periode 24 April sampai 2 Mei 2020 terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas, dengan jumlah responden yang terjaring sebanyak 2.160 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi riset yang dipresentasikan secara terbuka sebagai pertanggungjawaban terhadap publik, karena publik yang menjadi bagian penting dalam mengisi kuesioner ini,” kata Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Herry Jogaswara.

Dari sisi pekerja, ada gelombang PHK tenaga kerja dan penurunan pendapatan akibat mandeknya kegiatan usaha di sebagian besar sektor bisnis.

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Program Belajar dari Rumah TVRI, Ada 4 Film Pendek Tayang Hari Ini

Ibu Artis Cinta Laura bersama Yayasan Rumah Ikhlas Bali Bagikan 100 Paket Sembako di Nusa Dua Badung

Pria Pedagang Pentol Jual Blender Menangis di Jalanan, Sudah Tak Punya Uang Untuk Beli Beras

Sebanyak 15,6% pekerja mengalami PHK dan 40% pekerja mengalami penurunan pendapatan, di antaranya 7% pendapatan buruh turun hingga 50%.

“Kondisi ini berpengaruh pada kelangsungan hidup pekerja serta keluarganya,” jelas Ngadi dari Pusat Penelitian Kependudukan LIPI.

Dari sisi pengusaha, pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan usaha terhenti dan kemampuan bertahan pengusaha semakin rendah.

“Hasil survei mencatat 39,4% usaha terhenti, dan 57,1% usaha mengalami penurunan produksi. Hanya 3,5% yang tidak terdampak,” jelas Ngadi.

Kemampuan bertahan kalangan dunia usaha juga mengalami keterbatasan.

 Sebanyak 41% pengusaha hanya dapat bertahan kurang dari tiga bulan.

Artinya, pada bulan Agustus usaha mereka akan terhenti.

Sebanyak 24% pengusaha mampu bertahan selama 3-6 bulan, 11% mampu bertahan selama 6-12 bulan ke depan, serta 24% mampu bertahan lebih dari 12 bulan.

Sementara dampak Covid-19 pada usaha mandiri menyebabkan bisnis terhenti dan sebagian mengalami penurunan produksi.

Sebanyak 40% usaha mandiri terhenti kegiatan usahanya, dan 52% mengalami penurunan kegiatan produksi.

Penambahan Tertinggi Kasus Covid-19 di Indonesia, Yuri Ingatkan Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

Mengenal Istilah, Perbedaan Hingga Dampak Herd Immunity dan New Normal Dalam Menghadapi Covid-19

Hasil Rapid Test Covid-19 132 Anggota Kodim 1623/Karangasem Dinyatakan Non-Reaktif

“Hal ini berdampak 35% usaha mandiri tanpa pendapatan dan 28% pendapatan menurun hingga 50%,” papar Ngadi.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved