Breaking News:

Corona di Bali

Update Corona di Bali 22 Mei 2020: Positif Bertambah 6 Orang, 4 Imported Case dan 2 Transmisi Lokal

Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan perkembangan virus Corona Covid-19 di Provinsi Bali

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Irma Budiarti
Pixabay
Ilustrasi virus corona covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan perkembangan virus Corona Covid-19 di Provinsi Bali, Jumat (22/5/2020).

"Jumlah akumulatif pasien positif di Bali hingga hari ini sebanyak 380 orang. Yang artinya bertambah sebanyak 6 orang, yang terdiri dari 2 orang transmisi lokal dan imported case sebanyak 4 orang. 380 kasus positif ini terdiri dari 8 orang WNA dan 372 orang merupakan WNI," ungkap Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Sementara jumlah pasien yang telah sembuh hari ini 284 orang atau jika dipersentasekan sebesar 74,74%.

Jumlah pasien positif dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 92 orang yang berada di beberapa rumah sakit dan dikarantina.

"Dari 372 WNI ini terinfeksi karena imported case sebanyak 51,05% atau 186 orang. Terinfeksi di daerah terjangkit 8,16% atau 31 orang. Terinfeksi dari kasus transmisi lokal sebesar 40,79% atau 155 orang. Menurut proses terinfeksi dengan angka persen ini menggambarkan bahwa proses konfirmasi Covid-19, terbanyak melalui imported case, lebih spesifik lagi melalui PMI yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri," tambahnya.

Yang kedua melalui transmisi lokal.

Jika dicermati angka transmisi lokal pergerakannya cukup signifikan.

"Kalau di awal kasus kontribusi terbesar Covid-19 adalah kasus imported case. Tapi hari ini jumlah transmisi lokal hampir berhimpitan dengan jumlah imported case," terangnya.

Dewa juga menambahkan, kasus transmisi lokal terjadi karena ketidaktahuan masyarakat jika ia terjangkit Covid-19.

Atau mungkin saja masyarakat masih ada yang tidak disiplin serta tidak menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved