Breaking News:

Sejumlah Cafe di Pantai Jimbaran Rusak Diterjang Gelombang Tinggi Kemarin, Kerugian Puluhan Juta

Seperti kaca-kaca di Bayang Cafe yang pecah dan sejumlah perlengkapan lainnya dipenuhi pasir pantai akibat terhantam banjir rob kemarin.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Pemilik Bayang Cafe tengah melihat-lihat kerusakan akibat banjir rob kemarin 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Gelombang tinggi yang terjadi kemarin mengakibatkan kerusakan di sejumlah cafe tepatnya komplek Cafe 9 Jl. Pamelisan Agung Pantai Jimbaran Kuta Selatan Badung.

Seperti kaca-kaca di Bayang Cafe yang pecah dan sejumlah perlengkapan lainnya dipenuhi pasir pantai akibat terhantam banjir rob kemarin.

“Kemarin kan ombak besar sebelumnya sudah ada peringatan dini dari BMKG. Saat itu saya mau melepas pintu kaca-kaca tapi ombak besar dan tinggi tiba-tiba datang tidak sempat melepasnya ya pecah saya lari ombaknya datang bertubi-tubi tidak bisa apa-apa,” ungkap Nyoman Sudarma pemilik Bayang Cafe, saat ditemui tribunbali.com di cafe miliknya, Kamis (28/5/2020).

Sudarma pun pasrah melihat tempat usahanya diterjang banjir rob bertubi-tubu dan mengakibatkan kerusakan cukup banyak selain kaca-kaca pecah juga perlengkapan serta peralatan lainnya disana terkena hantaman ombak.

Ledakan di Villa Bogenville Banjar Jempinis Desa Pererenan,Ini Penjelasan Kanit Reskim Polsek Mengwi

Dengan Cara Mencintai Diri, Perempuan 27 Tahun Ini Sukses Turunkan Berat Badan hingga 55 Kg

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Bagi-bagi masker di Pasar Sanglah & Pos PKM Pesanggaran

Kejadian kemarin seingatnya antara pukul 11.00 hingga 12.00 WITA saat jam makan siang kerusakan itu diperkirakan mencapai puluhan juta.

Menurutnya kejadian seperti ini mirip terjadi juga pada 12 tahun lalu namun waktu itu lebih parah daripada yang kemarin.

“Kejadian ini seperti 12 tahun lalu sekitar bulan Mei sampai Juni. Lebih parah waktu itu tapi yang kemarin hampir sama. Kerugian bisa sampai puluhan juta untuk memperbaikinya lagi ya bisa Rp 20 juta,” ungkapnya.

Dari pengamatan dilapangan siang ini pun  mulai kembali terjadi gelombang tinggi namun belum mencapai puncaknya seperti yang diceritakan Nyoman Sudarma saat kejadian kemarin.

Fenomena banjir pesisir atau banjir rob serta gelombang tinggi dan cuaca ekstrem sebelumnya sudah diumumkan BMKG untuk mewaspadai dampak itu.

Prakiraan BMKG prediksi terjadi hingga hari ini dan masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari banjir rob, gelombang tinggi dan cuaca ekstrem serta selalu mengupdate informasi cuaca maritim dari BMKG.

“Selain waspada banjir pesisir atau banjir rob juga waspadai potensi tinggi gelombang laut yang mencapai lebih dari 2 meter atau lebih di Selat Bali bagian Selatan, Perairan Selatan Bali, Selat Badung, Selat Lombok dan Samudera.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved