Banjir di Bali
TINJAU Rumah Rumah Amblas di Mengwitani, Adi Arnawa Minta Perkim Evaluasi Tata Ruang dengan Cepat
Saat meninjau lokasi, Bupati Adi Arnawa sempat terkejut karena banyak bangunan yang dibangun di pinggir sungai.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, meninjau langsung sejumlah titik yang terdampak banjir pada Kamis 11 September 2025.
Salah satunya yang ditinjau langsung yakni rumah warga yang amblas di Perumahan Permata Residence, Lingkungan Gadon, Kelurahan Mengwitani, Kecamatan Mengwi.
Saat meninjau lokasi, Bupati Adi Arnawa sempat terkejut karena banyak bangunan yang dibangun di pinggir sungai. Hal itu pun sangat membahayakan, apalagi mengecilkan aliran sungai, hingga membuat aliran air deras.
Baca juga: Optimistis Kredit Tumbuh 9 Persen, Dirut BTN Sebut Dampak Kenaikan Kuota KPR Subsidi
Baca juga: PENSIUN Hingga Jadi Kepsek Sebabkan Kekurangan Guru di Buleleng, Ini Data Disdikpora
Dengan melihat kondisi itu, Bupati Adi Arnawa menegaskan perlunya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) melakukan evaluasi tata ruang sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Menurutnya, pemanfaatan ruang tidak boleh hanya berorientasi pada sisi komersial, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan fungsi alami aliran sungai.
"Selama ini mungkin kita mengabaikan jalur-jalur air, ketika ruang aliran sungai dipersempit atau ditutup, tentu dampaknya akan seperti yang terjadi kemarin. Saya sudah minta camat dan perbekel untuk berkoordinasi, termasuk akan memanggil pihak terkait guna mengevaluasi pemanfaatan ruang di Badung," jelas Bupati Adi Arnawa.
Selain itu, Pemkab Badung juga telah menyiapkan langkah-langkah darurat untuk membantu warga terdampak. Bupati Wayan Adi Arnawa menginstruksikan camat, perbekel, lurah, dan BPBD Badung agar memberikan perhatian penuh, termasuk penyediaan posko pengungsian bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Ada warga di Kerobokan dan Dalung yang sempat ingin mengungsi, namun akhirnya memilih bertahan di sekitar rumahnya untuk menjaga barang-barangnya. Situasi seperti itu tetap harus diatensi," ucapnya
"Namun saya sudah perintahkan aparat desa bersama BPBD untuk memastikan kebutuhan warga tetap diperhatikan," sambungnya.
Terkait korban yang masih hilang akibat banjir, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa pencarian dilakukan bersama Basarnas sesuai SOP yang berlaku selama tujuh hari.
Atensi pemerintah pusat juga diberikan, di mana Kepala BNPB beserta jajaran hadir langsung ke Bali untuk memantau penanganan bencana.
"Ini kita tindaklanjuti dengan cepat. Bahkan kami juga minta Dinas Perkim untuk melakukan langkah dengan cepat," jelasnya sembari mengatakan tapi mohon bersabar, karena banyak titik bencana yang terjadi di Badung.
Sementara, disinggung mengenai Jalan Dewi Sri yang menjadi langganan banjir, bupati asal Pecatu Kuta Selatan itu mengaku ternyata di wilayah tersebut terjadi penyempitan aliran sungai di kawasan Central Parkir, Jalan Dewi Sri Kuta. Berdasarkan laporan Dinas PUPR, pelebaran aliran sungai tersebut telah dijadwalkan tahun 2026.
Namun, Bupati meminta agar proses percepatan dilakukan melalui anggaran penanganan darurat banjir. "Kalau memang kondisinya mendesak, jangan menunggu 2026. Kita bisa gunakan anggaran darurat untuk segera melebarkan aliran sungai itu. Mengingat musim hujan masih berlangsung hingga awal tahun depan, langkah cepat harus dilakukan," imbuhnya
Di hari yang sama, Nyonya Rasmiathi Adi Arnawa juga sempat meninjau rumah warga yang amblas. Selain meninjau, dia bersama Dinas Sosial juga memberikan bantuan kepada warga yang terdampak bencana berupa paket sembako.
Sementara dari informasi terakhir yang didapat, Dinas Perkim Badung sudah langsung melakukan upacara pencarian korban. Bahkan menurunkan alat berat untuk mengangkat puing-puing bangunan rumah yang amblas.
Namun hingga pukul 22.00 WITA, ketiga korban belum juga ditemukan. Pencarian dengan dua alat berat pun masih dilakukan dan mungkin akan dilakukan esok pada Jumat 12 September 2025 (*)
| BELASAN Rumah Warga Terdampak Banjir, Air Tak Ngalir ke Laut, Tambah Luapan Air Sungai & Jalan Raya! |
|
|---|
| BELASAN Rumah Terdampak Banjir! Air Tak Mengalir ke Laut, Ditambah Luapan Air Sungai dan Jalan Raya! |
|
|---|
| Belasan Rumah di Jembrana Terdampak Banjir, Air Tak Mengalir ke Laut |
|
|---|
| DERITA Korban Banjir di Tegalcangkring, Keluhkan Hipertensi Hingga ISPA, Puluhan Warga Diperiksa! |
|
|---|
| WARGA dan Petugas Lanjutkan Gotong Royong, 177 KK Warga Tegalcangkring Terdampak Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Adi-Arnawa-dfsfvcesr.jpg)