bisnis
Optimistis Kredit Tumbuh 9 Persen, Dirut BTN Sebut Dampak Kenaikan Kuota KPR Subsidi
Sedangkan hingga Juni 2025, kredit BTN ditopang pertumbuhan ke sektor perumahan yang meningkat 6,2% YoY menjadi Rp 317,77 triliun
TRIBUN-BALI.COM - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimistis dapat mencapai pertumbuhan kredit di kisaran 7 persen-9 % pada tahun 2025. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, hal ini terutama didorong oleh kenaikan kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit serta dukungan beberapa kebijakan pemerintah di sektor perumahan. Di mana, program FLPP capai 220.000 unit rumah di tahun lalu.
“Realisasi KPR Subsidi nasional masih di angka 121.000 unit rumah, sedangkan BTN sudah menyalurkan hampir 100.000 atau 78?ri total nasional. Kami berharap ada dorongan positif dari kuota yang lebih banyak tahun ini,” ujar Nixon saat public expose BTN, Rabu (10/9).
Selain itu, dukungan aturan baru terkait batas maksimal penghasilan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) penerima FLPP diyakini akan mendorong permintaan rumah subsidi.
Baca juga: TIM Sepak Bola Buleleng Ajukan Protes Usai Dinyatakan Kalah WO
Baca juga: PENSIUN Hingga Jadi Kepsek Sebabkan Kekurangan Guru di Buleleng, Ini Data Disdikpora
“Di aturan baru maksimal penghasilan MBR terbagi dalam beberapa zona. Untuk Jabodetabek ditetapkan Rp 12 juta untuk single income dan Rp 14 juta untuk joint income bersama pasangan. Mudah-mudahan kebijakan ini dapat memperbaiki kemampuan bayar para pembeli rumah,” tambah Nixon.
Hingga semester I-2025, BTN berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 376,11 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 6,8 % secara tahunan (year-on-year/YoY), dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 352,06 triliun.
Sedangkan hingga Juni 2025, kredit BTN ditopang pertumbuhan ke sektor perumahan yang meningkat 6,2 % YoY menjadi Rp 317,77 triliun dan sektor non-perumahan (non-housing loan) yang naik 10,5 % YoY menjadi Rp 58,34 triliun.
Di sektor perumahan, KPR subsidi naik 6,5 % menjadi Rp 182,17 triliun sepanjang Januari-Juni 2025. Sedangkan KPR non-subsidi secara keseluruhan bertumbuh 8,8 % menjadi Rp 110,72 triliun di semester I-2025. Adapun, laba bersih BTN capai Rp 1,7 triliun di semester I 2025. Angka ini tumbuh 13,6 % secara tahunan.
Dari sisi penghimpunan dana masyarakat, BTN mampu membukukan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 406,38 triliun hingga semester I 2025, tumbuh 11,2 % yoy.
“Kemudian juga pengguna aplikasi Bale by BTN menjadi 2,7 juta di semester I-2025, namun di akhir Agustus sudah 3 juta dengan kurang lebih 931,5 juta transaksi sepanjang semester I atau kemarin kalau kita catat sudah 5,7 juta transaksi per hari,” jelas Nixon.
Di sisi lain, BTN juga berupaya untuk terus menjaga biaya dana atau cost of funds (CoF) bisa terus menurun. Hal ini dilakukan supaya pendapatan bunga bersih dapat tetap terjaga dan tumbuh.
Menilik laporan keuangan, per Juli 2025 beban bunga BTN sejumlah Rp 10,75 triliun. Nilai ini naik 2,7 % secara tahunan YoY dari beban bunga Juli tahun lalu yang sebesar Rp 10,46 triliun.
Direktur Risk Management Bank Tabungan Negara (BTN) Setiyo Wibowo mengatakan bahwa kenaikan beban bunga di BTN per Juli 2025 ini masih dalam level yang relatif terjaga.
“Kenaikan beban bunga di BTN per Juli 2025 sebesar Rp 10,7 triliun atau 2,7 % YoY sesungguhnya masih relatif terjaga, karena pertumbuhan biaya bunga tersebut berada di bawah pertumbuhan dana,” kata Setiyo, Senin (8/9).
Memang, dana pihak ketiga (DPK) BTN juga dicatat mengalami pertumbuhan. Per Juli 2025 ini, total simpanan nasabah atau DPK di BTN mencapai Rp 400,8 triliun, meningkat 6,9 % YoY dari himpunan DPK BTN per Juli 2024 yang sebesar Rp 374,7 triliun.
Selain itu, pendapatan bunga bersih BTN juga dicatat meningkat per Juli 2025, menjadi Rp 9,2 triliun. Nilai ini naik 35,2 % YoY dibanding perolehan Juli tahun lalu yang sebesar Rp 6,8 triliun.
| IMING-iming Pajak 0 Persen, KEK Kura-Kura Jadi Indonesia Financial Center? Saingi Dubai & Singapura! |
|
|---|
| TransNusa Raih Penghargaan Top Airlines by Absolute Passenger Growth – Southeast Asia Category |
|
|---|
| SINYAL Positif Kebangkitan Industri Bahan Bangunan, Home Deco Expo Bali pada 20-23 Mei 2026 |
|
|---|
| Beras Lokal Belum Maksimal Terserap di FSJ |
|
|---|
| QRIS Wondr by BNI Kini Bisa Dipakai di China |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/BTN-sawvgwesr.jpg)