Setiap Daerah Wisata Bisa Kembali Beroperasi, Begini Tahapan Menuju New Normal di Sektor Pariwisata
Tentu syaratnya destinasi wisata tersebut harus kondisi Covid-nya sudah membaik dengan berbagai macam parameter
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pemerintah tengah menyusun tahapan menuju kenormalan baru alias new normal di sektor pariwisata.
Penyusunan tahapan ini sebagai persiapan pembukaan kembali sektor pariwisata di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Setiap daerah wisata yang akan kembali beroperasi harus memenuhi syarat dan melalui tahap tersebut.
"Tentu syaratnya destinasi wisata tersebut harus kondisi Covid-nya sudah membaik dengan berbagai macam parameter," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio usai rapat terbatas, Kamis (28/5).
Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, daerah tersebut tidak langsung bisa beroperasi kembali. Perlu ada tahapan yang dilalui untuk memastikan keamanan.
• UPDATE Covid-19: Wacana New Normal dan Kasus Positif di Indonesia 23.851 Kasus
Perlu terlebih dulu pembuatan standar prosedur operasi (SOP). SOP akan dibuat di berbagai bidang sektor pariwisata seperti hotel, restoran, hingga ekonomi kreatif yang juga mendukung pariwisata.
Setelah itu simulasi untuk menerapkan SOP tersebut akan dilakukan. Simulasi dilakukan untuk melihat penerapan dari SOP yang telah dibuat.
"Setelah simulasi itu sudah dilakukan kita melakukan yang namanya sosialisasi terhadap SOP tersebut," terang Wishnutama.
Barulah setelah sosialisasi, persiapan menuju kenormalan baru di sektor pariwisata memasuki uji coba. Seluruh tahapan tersebut akan diprioritaskan bagi daerah yang telah siap.
"Kalau saya sih hitung sederhana persiapan pelaksanaan tahapan itu kurang lebih 1 bulan dari hari dikatakan oke daerah ini kita rencanakan untuk dibuka," jelas Wishnutama.
Penentuan kesiapan daerah akan bergantung pada informasi yang diterima dari kepala daerah. Oleh karena itu saat ini koordinasi terus dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah.
• Persiapan Pariwisata Yogyakarta Menyambut New Normal, Masyarakat & Wisatawan Diminta Patuhi Protokol
Kehilangan 4 Juta Wisman
Pandemi virus corona (Covid-19) memang memberi tekanan bagi sektor pariwisata. Terutama hilangnya wisatawan mancanegara (wisman) akibat pandemi tersebut.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memperkirakan Indonesia kehilangan 4 juta wisman selama pandemi Covid-19 di Indonesia.
"Kalau kita lihat biasanya per bulan itu wisatawan asing itu sekitar 1,3 juta hingga 1,4 juta orang datang ke Indonesia," ujar Wishnutama usai rapat terbatas, Kamis (28/05/2020).
• Jokowi: Tren Pariwisata Akan Berubah Karena Pandemi Covid-19, Prioritaskan Wisatawan Domestik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tanah-lot_20171129_100133.jpg)