Berita Banyuwangi
Ormas Islam Banyuwangi Dukung Penerapan New Normal
Setelah sebelumnya dibahas secara terbatas, kini konsep new normal dibahas bersama ormas Islam Banyuwangi
Usai mendapatkan para pemaparan secara makro dan teknis tentang konsep new normal tersebut, rerata semua perwakilan ormas tersebut menyepakati.
Seraya tetap memberikan masukan untuk penguatan maupun penerapannya.
Di antaranya Ketua DPD Muhammadiyah Banyuwangi Mukhlis Lahuddin.
"Pemerintah harus bersikap tegas dalam pelaksanaan new normal ini. Jangan sampai ada pembiaran, ketika terdapat aktivitas yang tak mengindahkan penerapan new normal tersebut. Jika hal ini dibiarkan, akan membuat para pihak yang sebelumnya taat, bisa ikut-ikutan tidak patuh," terangnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Katib Syuriyah PCNU Banyuwangi Kiai Sunandi Zubaidi.
Menurutnya, penerapan new normal ini, harus bisa disosialisasikan secara masif.
"Jika sosialisasinya kurang, besar kemungkinan akan ada pelanggaran akan konsep new normal ini. Kami, dengan semua jaringan NU, kini berusaha untuk menyampaikan konsep baru ini, ke seluruh lapisan masyarakat," ungkapnya.
Hal tersebut ditanggapi langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin.
Menurutnya, pihak kepolisian tidak bisa memproses secara hukum kegiatan keagamaan.
Namun, bisa membubarkan kegiatan yang menimbulkan potensi penyebaran Covid-19.
"Kami memohon kerjasama semua pihak, untuk bisa turut membantu kinerja kepolisian dengan berpartisipasi aktif untuk melaporkan hal-hal yang nantinya melanggar konsep new normal ini," jawab Kombes Arman.
(Surya/Haorrahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gugus-tugas-covid-19-banyuwangi-bahas-penerapan-new-normal-bersama-ormas-islam.jpg)