Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Bali: Waspada Gelombang Tinggi dan Hujan Disertai Angin Kencang
Peringatan dini cuaca ekstrem di Bali tiga hari ke depan, waspada gelombang tinggi dan hujan disertai angin kencang
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kondisi cuaca di wilayah Bali beberapa hari lalu hingga hari ini Jumat (29/5/2020), terbilang cukup ekstrem mulai dari gelombang tinggi, hujan intensitas tinggi dan angin kencang.
Bahkan gelombang tinggi dua hari lalu merusak sejumlah cafe di Pantai Jimbaran, Badung, Bali.
“Kondisi tinggi gelombang laut khususnya di selatan Bali beberapa hari terakhir ini, kami mendapatkan laporannya terjadi kenaikan gelombang. Jika dilihat dari analisis BMKG kondisi ini disebabkan tekanan rendah di sebelah barat Australia, dimana di sana terjadi peningkatan kecepatan arah angin dan tinggi gelombang,” ujar Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar Ni Luh Eka Arisanti, Jumat (29/5/2020).
Ia menambahkan dari sanalah terjadi penjalaran tinggi gelombang dari perairan barat Australia menuju ke wilayah Indonesia bagian selatan, antara lain di wilayah Jawa bagian selatan hingga Bali bagian selatan hingga Nusa Tenggara bagian selatan.
“Kondisi ini memicu gelombang tinggi di wilayah kita dan beberapa hari lalu juga disebabkan pasang air laut pada bulan baru. Kondisi ini diperkirakan terjadi 3 hingga 5 hari ke depan. Kondisi ini sendiri memang cukup ekstrem terjadi yaitu tinggi gelombangnya mencapai 2 meter atau lebih. Pada tanggal 27 Mei 2020 kemarin gelombang tinggi mencapai puncaknya antara 1,5 sampai 5 meter di perairan selatan Bali,” imbuh Arisanti.
Tapi jika dilihat dari kondisi rata-ratanya, kondisi ini sudah pernah terjadi sebelumnya, kemudian jika dikaitkan dengan kondisi musim saat ini Bali sedang peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau.
Jadi pada saat peralihan ini, fenomena-fenomena cuacanya antara lain hujan masih terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Kami prediksikan untuk di Bali bagian barat, selatan dan tengah, itu bisa berlangsung hingga tiga hari ke depan. Hujan ini dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat,” jelasnya.
Ni Luh Eka Arisanti menuturkan, angin kencang khususnya di musim peralihan ini biasanya lebih cenderung disertai dengan hujan.
Jadi anginnya itu terjadi sebelum hujan karena disebabkan awan-awan jenis awan konfektif yang disebut awan kolonimbus.
Angin kencang berlangsung singkat sebelum terjadi hujan atau saat terjadi hujan saja.
“Kami mengimbau, khususnya masyarakat yang beraktivitas dalam bidang kelautan terutama di perairan selatan Bali mulai dari selat Bali bagian selatan, selat Badung, selat Lombok dan Samudera Hindia selatan Bali. Itu tinggi gelombang dapat mencapai 2 meter atau lebih,” papar Arisanti.
Menurutnya, kondisi itu sudah termasuk kategori ekstrem, jadi mohon untuk mewaspadainya, kemudian selalu meng-update informasi terkini BMKG mengenai peringatan dini, baik cuaca maupun tinggi gelombang.
“Kalau dilihat dari prakiraan model cuaca beberapa hari ke depan trennya akan sedikit menurun (tinggi gelombang). Tapi masih dalam kategori ekstrem karena kalau dari BMKG sendiri punya kategori ekstrem itu jika sudah melebihi 2 meter,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/awan-mendung-terlihat-di-pantai-kedonganan-badung.jpg)