Hujan Mengguyur Denpasar dan Badung, Jalan Dewi Sri Terendam Banjir Setinggi Paha

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Denpasar, Badung dan sekitarnya membuat beberapa wilayah terendam banjir.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah pengendara menerobos banjir di Kawasan Dewi Sri, Kuta, Badung, Senin (1/6/2020). Banjir terjadi akibat hujan yang melanda Badung dan Denpasar sejak dini hari tadi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Denpasar, Badung dan sekitarnya pada Minggu (31/5/2020) malam hingga Senin (1/6/2020) dini hari membuat beberapa wilayah terendam banjir.

Tak terkecuali daerah langganan banjir kawasan Jalan Dewi Sri, Legian, Kuta, Badung, Bali.

Hujan yang mulai turun sekitar pukul 20.00 Wita dan sempat reda untuk kembali turun hujan pada pukul 01.00 Wita membuat air dari drainase meluap ke jalan raya dan masuk ke beberapa pemukiman warga.

Salah seorang warga yang juga pemilik Askitchen, Andre Salim mengatakan air mulai naik ke jalan raya dan masuk ke pemukiman sekitar pukul 03.00 Wita.

Menu Dessert Nanti Malam, Resep Puding Buah Nata De Coco Enak dan Lembut, Yuk Coba Masak di Rumah!

4 Makanan Ini Bisa Mencegah Kanker Payudara, Ikan Salmon Memiliki Asam Lemak Omega 3 yang Tinggi

WHO: Perokok Tembakau dan Sisha Berisiko Tinggi Sebabkan Kematian Jika Terpapar Covid-19

"Airnya naik sekitar pukul 03.00 Wita dan pukul 08.00 Wita mulai surut," kata Andre, Senin (1/6/2020).

Ia mengatakan, ketinggian air di jalan raya kurang lebih mencapai pangkal paha orang dewasa, sedangkan air yang masuk ke pemukiman atau pertokoan setinggi betis orang dewasa.

"Semakin ke jalan semakin tinggi airnya, apalagi yang ditikungan. Memang setiap tahun kalau hujan lebat pasti airnya akan naik ke jalan," katanya.

Ia yang telah beraktivitas 5 tahun di lokasi ini mengatakan, memang kerap kali mengalami banjir.

Kemungkinan menurut dia, drainase pada titik banjir ini kurang dalam.

"Tadi sempat angkat barang-barang karena terendam. Di belakang di jalan Kosalya juga kerap terendam apalagi di sana belum dapat pengaspalan dan memang belum ada drainase," imbuhnya.

Ia mengatakan, sudah beberapa kali mengajukan usulan ke Pemda Badung sejak 3 tahun lalu, namun belum mendapat tanggapan.

Pihaknya pun mengaku putus asa terkait hal ini.

"Kami berharap agar ada perbaikan drainase dan Jalan Kosalya juga di aspal. Juga kesigapan petugas penjaga pintu air untuk memantau debit air," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved