Virus Corona

WHO: Perokok Tembakau dan Sisha Berisiko Tinggi Sebabkan Kematian Jika Terpapar Covid-19

Penelitian menunjukkan perokok berisiko tinggi mengalami gejala yang parah jika terpapar SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19.

Kompas.com
Ilustrasi merokok 

TRIBUN-BALI.COM - Perokok tembakau dan sisha, sama-sama berisiko tinggi jika terpapar Covid-19.

Penelitian menunjukkan perokok berisiko tinggi mengalami gejala yang parah jika terpapar SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19.

Dilansir laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO), perokok dalam bentuk apapun, baik itu rokok tembakau maupun shisha memiliki risiko yang sama terhadap infeksi Covid-19.

Shisha atau hookah adalah tabung berisikan air yang digunakan untuk merokok ala Timur Tengah.

Begini Pengakuan Dwi Sasono Konsumsi Ganja dalam Sebulan Terakhir saat Masa Pandemi Covid-19

Protokol Kesehatan saat New Normal, Penjual di Mal Wajib Pakai Masker, Face Shield, & Sarung Tangan

Salah Paham Pembukaan Akses Pantai Sindhu Sanur, Bendesa Intaran Minta Tutup Lagi

Shisha umumnya dinikmati di kafe dan restoran, juga di rumah.

Segala jenis rokok tembakau berbahaya bagi kesehatan tubuh, terutama pada sistem pernapasan.

Diketahui, rokok merupakan penyebab penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), peradangan paru yang menghalangi aliran udara dari paru-paru akibat adanya pembengkakan dan lendir atau dahak, sehingga menyebabkan sulit bernapas.

Selain itu, tembakau juga dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular, yang berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh dengan melibatkan jantung dan pembuluh darah.

Jika sistem ini terganggu maka menimbulkan penyakit kardiovaskular, diantaranya gangguan jantung dan stroke.

Sistem kardiovaskular yang lebih lemah di antara pasien Covid-19 dengan riwayat penggunaan tembakau, dapat membuat pasien tersebut lebih rentan terhadap gejala parah, sehingga meningkatkan risiko kematian.

Tak hanya itu, rokok juga menyebabkan penyakit tidak menular lainnya seperti diabetes, kanker, hingga hipertensi.

Penelitian pada 55.924 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di laboratorium menunjukkan, bahwa angka kematian kasar (crude death rate) pada pasien Covid-19 yang memiliki penyakit bawaan akibat rokok jauh lebih tinggi, ketimbang non-perokok. 

Perokok yang terinfeksi Covid-19 dapat berujung dengan perawatan di ICU dan menggunakan ventilator. Ini menunjukkan bahwa kondisi yang sudah ada sebelumnya dapat meningkatkan kerentanan individu tersebut terhadap Covid-19. 

Bahaya sisha terhadap Covid-19

4 Makanan Ini Dapat Membuat Kulit Jadi Kenyal hingga Halus

Gang di Gianyar Dijaga Ketat Pasca Pedagang Jajanan Positif Covid-19

BREAKING NEWS: Satu Pedagang Positif di Pasar Pemeregan Denpasar, Jalan Gunung Kawi & Raung Ditutup

Halaman
123
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved