Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Bagaimana Cara Pola Hidup Sehat? Ade Rai: Tingkatkan Konsumsi Protein

Disinggung bagaimana tips untuk perut buncit, Ade Rai hanya menyebutkan ada tujuh cara mudah.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Sesi mini talk show pola hidup sehat bersama Ade Rai dan Hans pada acara peresmian keduanya sebagai Brand Ambassador Ayam Guling Enakko di Denpasar. Bagaimana Cara Pola Hidup Sehat? Ade Rai: Tingkatkan Konsumsi Protein 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang binaragawan Indonesia, I Gusti Agung Rai Kusuma Yudha atau lebih dikenal dengan panggilan Ade Rai menyebutkan bahwa kesalahpahaman masyarakat Indonesia adalah lebih banyak mengonsumsi karbohidrat dibanding protein.

"Kesalahpahamannya masyarakat di Indonesia makanya kenapa mulai dari usia harapan hidupnya rendah, imunitasnya rendah, lalu juga kualitas kesehatan dan komposisi tubuhnya kurang baik itu juga salah satunya karena kebanyakan makannya karbo (karbohidrat), lemak olahan, karbo olahan dibandingkan dengan mengonsumsi protein," ujar Ade Rai usai menghadiri acara pengenalan brand ambassador Ayam Guling Enakko di Denpasar, Sabtu 9 Agustus 2025.

Ia menambahkan, kata protein itu dari bahasa Yunani asal kata protos atau istilahnya dalam bangunan itu batu batanya, ibaratnya kalau kita tanya pentingnya batu bata buat ruangan ini apa sih. Nah gedung atau bangunan akan runtuh kalau tidak ada batanya. 

"Jadi badan kita perlu protein bukan cuma buat otot tapi buat semuanya, buat kulit, buat rambut, buat sel di dalam tubuh kita semuanya. Lebih ke sana sebenarnya kalau ngomongin hal tersebut," imbuh Ade Rai.

Baca juga: Demam Serang Tahanan, Polres Gianyar Bali Beri Layanan Kesehatan

Menurutnya yang jadi tantangan adalah kita terpapar dengan konsumsi karbohidrat yang berlebihan, tapi bukan salahnya karbohidrat. Salahnya tidak punya kemampuan bertoleransi terhadap karbohidrat. 

Kenapa seperti itu, karena tidak pernah latihan beban, tidak pernah olahraga, lalu tidak memilih sumber karbohidrat atau strategi mengonsumsikan karbohidrat yang baik dan benar. 

"Itu teknis sih jawabannya tapi permasalahan kesehatan di Indonesia itu multi faktor bukan cuma soal karbo kebanyakan, protein kurang, lemak yang baik tidak dikonsumsikan malah lemak yang buruk dikonsumsikan, masyarakat kurang gerak gitu kan ya. Atau opsi cara pandang yang melemahkan hati kayak stres, kita juga mentalitasnya kayak konflik," jelasnya. 

Jadi itu banyak hal yang berpengaruh tapi pendekatan (pola hiduo) sehat itu ada tiga, pertama apa yang kita masukkan ke dalam mulut kita itu namanya pendekatan chemical. 

Kedua apa yang kita gerakkan dengan badan, kalau kita bilang olah raga itu namanya pendekatan yang namanya mechanical atau struktural. 

Dan yang ketiga pendekatan yang sifatnya emosional, itu related-nya sama pikiran dan napas. 

"Jadi tiga faktor dalam pendekatan sehat kalau bahasa sederhananya makan teratur, olah raga teratur, istirahat teratur, itu adalah pendekatan chemical, mechanical dan pendekatan emosial. Itu yang harus dilakukan," ungkap Ade Rai.

Lebih lanjut Ade Rai menyampaikan, kalau tidak makan dengan protein dulu tapi makan dengan karbohidrat seperti nasi dulu atau roti dan semacamnya, maka akan masuk ke dalam roller coaster energy. 

"Di mana gula darah kita tinggi di buang, turunkan atau sugar press sama insulin nanti habis itu begitu turun makanya kepengen makan lagi. Begitu diturunin makanya kepengen makan lagi, makanya akhirnya kita makan terus menerus kebanyakan. Dengan mengonsumsikan protein sebenarnya memungkinkan kita untuk makannya tidak terlalu banyak," tutur Ade Rai menjelaskan. 

Disinggung bagaimana tips untuk perut buncit, ia hanya menyebutkan ada tujuh cara mudah.

"Tips untuk tidak buncit, satu puasa, dua kontrol karbo, tiga prioritas protein, empat selektif terhadap lemak, lima kalau bisa pagi perut kosong langsung saja kerja aktivitas atau olah raga habis itu baru makan, lalu ke enam adalah prioritas latihan beban karena aktivitas olah raga mengencangkan otot rangka itu yang paling jarang dilakukan. Dan ketujuh istirahat yang cukup," urainya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved