Cara Cerdas Menjaga Lambung di Tengah Gaya Hidup Sibuk
Bayangkan tubuh kita seperti dapur rahasia yang tak pernah berhenti bekerja. Namun, belakangan ini, dapur itu sering dipaksa lembur
Cara Cerdas Menjaga Lambung di Tengah Gaya Hidup Sibuk
Penulis: dr. Ni Nyoman Gita Kharisma Dewi, S. ked
TRIBUN-BALI.COM - Bayangkan tubuh kita seperti dapur rahasia yang tak pernah berhenti bekerja.
Namun, belakangan ini, dapur itu sering dipaksa lembur tanpa perlindungan.
Ucapan seperti, “Sibuk kerja, jadi nggak sempat makan”, atau “saat pusing lebih enak makan pedas, supaya segar”, atau “Mie pedas level 20 itu nikmatnya nggak ada lawan” terdengar akrab di telinga, terutama dari kalangan anak generasi muda saat ini.
Tren “tantangan pedas” bahkan jadi menu andalan banyak kafe dan kedai.
Sayangnya, di balik sensasi pedas yang membakar lidah, ada kantong kecil di tubuh kita, lambung, yang diam-diam bisa menderita.
Ibarat permukaan halus yang terus diguyur asam dan digores cabai, lambung bisa terluka, dan bila dibiarkan, luka itu dapat berujung pada masalah serius.
Baca juga: Cegah Penuaan Dini! Ini 9 Manfaat DURIAN Untuk Kesehatan Tubuh
Ancaman yang Mengintai Generasi Muda
Salah satu dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Udayana (RSPTN UNUD), dr. Dwijo Anargha Sindhugosha, menyampaikan bahwa tidak sedikit pasien muda yang datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan nyeri pada ulu hati, perut terasa penuh atau begah, hingga sesak napas akibat tekanan dari lambung yang terasa terlalu penuh.
“Keluhan tersebut merupakan gejala khas dari sindrom dispepsia, atau bisa juga mengarah pada gastroesophageal reflux disease (GERD) bila sudah terkonfirmasi melalui pemeriksaan endoskopi,” jelasnya pada Senin, 29 September 2025.
Pernyataan ini sejalan dengan studi Susanti (2024) yang menyebutkan bahwa dispepsia kini menjadi masalah global di kalangan remaja dengan prevalensi mencapai 20–30 persen.
Di Indonesia, data Riskesdas (2018) mencatat angka 18,3 persen kasus dispepsia pada kelompok usia 15–24 tahun.
Fakta ini menegaskan bahwa gangguan pencernaan tidak lagi identik dengan orang dewasa, melainkan ancaman nyata bagi generasi muda yang justru sedang berada di usia produktif.
Baca juga: Diskes Denpasar Bali Gelar Cek Kesehatan Gratis, Sasar Siswa SD/MI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ilustrasi-Cara-menjaga-lambung-tetap-sehat.jpg)