Tips Kesehatan

Mengenal Masalah Mata di Era Digital: Computer Vision Syndrome

Mulai dari bekerja, belajar secara daring, hingga hiburan, hampir semua aktivitas kini melibatkan layar.

|
istimewa
dr Maria Claudya Bay 

Oleh: dr Maria Claudya Bay 

TRIBUN-BALI.COM - Di era serba digital, komputer, tablet, dan telepon pintar (smartphone) sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Mulai dari bekerja, belajar secara daring, hingga hiburan, hampir semua aktivitas kini melibatkan layar.

Namun, dibalik kemudahan itu, muncul fenomena kesehatan yang kian sering dialami masyarakat yakni computer vision syndrome atau sindrom penglihatan komputer, yang merupakan kumpulan gejala yang muncul akibat penggunaan perangkat digital (seperti smartphone, tablet, laptop) dalam waktu lama tanpa istirahat yang cukup.

Menurut American Optometric Association, lebih dari 70 persen pengguna komputer berisiko mengalami kondisi ini.

Penyakit ini umumnya disebabkan oleh:

  • Pencahayaan yang buruk
  • Silau pada layar digital
  • Jarak pandang yang tidak tepat
  • Postur duduk yang buruk
  • Masalah penglihatan yang tidak dikoreksi
  • Kombinasi dari faktor-faktor diatas

Ketika menggunakan komputer/tablet/smartphone, mata anda harus bekerja lebih keras.

Tidak seperti membaca buku cetak, faktor kontras dan cahaya yang dipancarkan layar memaksa mata menggunakan ototnya.

Sudah terbukti juga bahwa mata anda berkedip lebih jarang di depan layar komputer.

Ini menyebabkan mata menjadi kering dan penglihatan anda menjadi buram. 

Gejala yang paling umum dari sindroma ini adalah:

  • Mata lelah dan sakit
  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur
  • Mata kering
  • Nyeri leher dan bahu

Tips Sederhana untuk mencegah Computer Vision Syndrome:

  • Gunakan Aturan 20-20-20
    Setiap 20 menit menggunakan gadget, alihkan pandangan sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.
  • Berkediplah Lebih Sering
    Sadari kebiasaan berkedip untuk menjaga kelembaban mata dan mencegah risiko mata kering. Dan jangan biarkan AC langsung mengarah ke wajah, karena udara dingin dapat mengeringkan mata.
  • Atur Pencahayaan Layar dan Ruangan
    Pastikan pencahayaan di sekitar tempat kerja tidak terlalu terang atau redup. Gunakan mode “night shift” atau “dark mode” jika perlu.
  • Posisi Layar yang Tepat
    Posisikan layar sekitar 40–75 cm dari mata dan sedikit di bawah garis pandang atau 15 hingga 20 derajat di bawah ketinggian mata diukur dari tengah layar. 
ilustrasi posisi layar yang tepat
Ilustrasi posisi layar yang tepat.
  • Gunakan Air Mata Buatan
    Jika mata terasa sangat kering, bisa gunakan tetes mata sesuai anjuran dokter.
  • Gunakan Kacamata yang Tepat: Bagi mereka yang memiliki gangguan refraksi, penting menggunakan kacamata yang sesuai agar ketegangan mata tidak bertambah.

Ditengah derasnya arus digitalisasi, menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik lainnya.

Bijak dalam menggunakan perangkat digital akan membantu kita terhindar dari Computer Vision Syndrome.

Jika anda mengalami pandangan kabur yang berangsur memburuk, mata merah, nyeri, sensasi terbakar, ataupun mudah lelah meski sudah beristirahat segera periksa mata anda ke dokter spesialis mata terdekat.(*)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved