Pasca 4 Warga Meninggal Beruntun dalam Waktu Berdekatan, Krama Sakah Gianyar Gelar Guru Piduka

Dimana sebanyak empat orang warga setempat meninggal dalam waktu berdekatan usai prosesi upacara Mesaba, Selasa (26/5/2020).

TRIBUN BALI/MUHAMMAD FREDEY MERCURY
ilustrasi-Warga menggelar upacara mecaru dan guru piduka 

Saat itu, piranti upakara berupa dua ekor daging babi yang diolah dengan cara berbeda.

Satu ekor diguling dan satunya lagi diolah menjadi berbagai aronan seperti ulam, lawar dan sebagainya. Mebat berjalan seperti biasa.

Setelah mebat, kata dia seperti biasa santap bersama, ada juga yang membawa pulang. Sementara untuk babi gulingnya dipakai untuk upacara mesaba sore hari.

Selain itu, Prosesi mesaba pun berlangsung lancar. Hanya saja, malam hari usai prosesi tersebut datang kabar duka meninggalnya I Nyoman Dumun seorang lansia yang masih melajang.

Gubernur Bali Berikan Stimulus ke Koperasi, DPRD Berharap Lembaga Lain Juga Dapat Stimulus

Lima Parpol Akan Lanjutkan Komunikasi, Jumat Ini Gelar Pertemuan Lanjutan Bahas Koalisi

Jenazah Tanpa Busana Ditemukan di Pantai Ulakan Karangasem

Awalnya, kata dia, krama menggap kematian tersebut biasa. Terlebih lagi mendiang sudah lanjut usia.

Saat adik kandung mendiang juga meninggal, krama setempat juga belum memiliki firasat buruk. Sebab keduanya dikenal keluarga yang setia.

 “Bahkan dulu, Kak Dumun pernah luka kena taji, yang pingsan adiknya,” ujarnya.

Hanya berselang sehari kembali terjadi kematian dua krama lainnya yakni I Nyoman Kamboja pada Kamis (28) pagi dan I Ketut Sujana pada sore hari.

Namun saat itu krama juga belum memiliki kecurigaan atas situasi tersebut. Namun setelah ada krama yang masuk rumah sakit, barulah krama memiliki pikiran ada yang tidak beres.

"I Nyoman Suwandi mengeluh pusing dan mual hingga dilarikan ke rumah sakit. Menjadi pertanyaan, karena selama ini Nyoman Suwandi yang akrab disapa Dolar termasuk jarang sakit. Pak Dolar ini orangnya seger bugar, tiba-tiba mengeluh pusing,” jelasnya.

Pihaknya berharap dengan melakukan upacara guru piduka ini, kedepannya masyarakat setempat tidak mengalami masalah lagi.

 "Astungkara, semoga usai melakukan upacara guru piduka masyarakat kami tidak kena musibah lagi," ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved