Kepala DLHK Kota Denpasar Meninggal
Mengenang Kepala DLHK Denpasar, Dikenal Senang Bekerja, Tak Pernah Mengeluh Sakit
Jumat (5/6/2020) pukul 08.03 Wita, I Ketut Wisada menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali.
Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Dengan kondisi yang tidak sadarkan diri selama empat hari menjalani masa perawatan, almarhum sesekali menunjukkan tanda-tanda membaik.
Namun, kondisinya kembali memburuk dan akhirnya pada Jumat (5/6) pukul 08.03 Wita, Wisada menghembuskan nafas terakhirnya.
Tutde merasa terpukul atas kepergian sang ayah tercintanya, apalagi selama ini banyak memori indahnya bersama almarhum.
"Pokoknya bapak sangat banyak memori dengan saya. Gak terhitung," kata Tutde sambil menahan isak tangis mengenang ayahnya.
Tutde yang menjaga sang ayah selama masa perawatan di RSUP Sanglah terlihat berusaha mengikhlaskan kepergian sang ayah.
"Padahal dua bulan lagi beliau ulang tahun. Sekarang usianya 59 tahun mau ke 60 tahun," paparnya.
Semasa hidup, Ketut Wisada dikenal sebagai sosok pekerja keras, bersemangat dan terkesan selalu kuat.
Ia tak menampakkan keluhan atas sakit yang dideritanya.
Hal itu diutarakan langsung oleh koleganya, yakni Dayu Indi selaku Kabid Penaatan Lingkungan di DLHK Kota Denpasar.
"Beliau aktif, orangnya memang senang kerja. Beliau tidak pernah memperlihatkan sakitnya, orangnya selalu semangat," kata Dayu Indi yang disetujui Cok Mirah, Kabid Pengendalian Lingkungan di DLHK.
Ketut Wisada juga dikenal sebagai sosok yang dermawan. Ini seperti yang diungkapkan oleh menantunya, Nyoman Jagat.
"Beliau ini bares, senang memberi atau rajin memberi,” jelas Nyoman.
Kini almarhum akan dipulangkan ke kampung halamannya di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Medoyo, Kabupaten Jembrana untuk disemayamkan. Ketut Wisada lahir pada 24 Agustus 1960.
"Mengenai kapan waktunya, kami masih memusyawarahkan dengan keluarga besar, karena kondisi sekarang kan harus minta izin dulu supaya tidak gimana-gimana," ucap Tutde.
Tutde bersama keluarganya langsung berangkat menuju Negara, Jembrana, untuk membicarakannya.
Ketut Wisada meninggalkan satu istri bernama Putu Purwanti dan tiga orang anak. Anak pertama bernama Putu Ratih Prabandari, lalu Nyoman Sukma Pramasti, dan Ketut Gede Swara Siddhi Yatna (Tutde).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kadis-dlhk-kota-denpasar-i-ketut-wisada.jpg)