Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Prabowo Subianto Kembali Diminta Jadi Ketum Gerindra, Arief Poyuono: Sangat Layak dan Harus Dia

"Sangat, sangat layak dan harus dia (Prabowo Subianto) yang jadi ketua umum," kata Arief saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (6/6/2020).

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat bersama Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM - Prabowo Subianto kembali diminta menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra periode 2020-2025, oleh para Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Merespons hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai Prabowo sangat layak meneruskan kepemimpinan hingga lima tahun ke depan.

"Sangat, sangat layak dan harus dia (Prabowo Subianto) yang jadi ketua umum," kata Arief saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (6/6/2020).

Arief menjelaskan alasan kenapa Menteri Pertahanan itu layak memimpin kembali Partai Gerindra.

Ancam Akan Bikin Korsel Menderita, Ini Sosok Kim Yo Jong yang Tak Kalah Menakutkan dari Kim Jong Un

Pemilih yang Suhu Tubuhnya Diatas 38 Derajat Tak Boleh Masuk TPS, Disediakan Tempat Khusus Mencoblos

2 Pedagang Positif Covid-19, 6 Los di Pasar Badung Ini Ditutup, Esok 44 Pedagang Kumbasari di-Swab

Ia menyebut, perjuangan menjadikan presiden dari Partai Gerindra, yakni Prabowo, harus terus jalan.

"Perjuangan menjadikan presiden terus jalan," ucapnya.

Sebelumnya, Partai Gerindra menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) secara virtual, Kamis (4/6/2020).

Pada Rapimnas itu, seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) meminta Prabowo Subianto kembali memimpin partai berlambang kepala burung garuda itu hingga lima tahun ke depan.

"34 DPD Gerindra yang membawa aspirasi seluruh DPC di seluruh Indonesia, meminta kembali Prabowo Subianto menjadi Ketua Umum Partai Gerindra 2020-2025," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Jumat (5/6/2020).

Dasco mengungkapkan alasan Prabowo diminta kembali menjadi Ketua Umum Partai Gerindra.

Dia mengatakan, Partai Gerindra masih membutuhkan sosok yang mempersatukan seluruh kader dan figur yang kuat untuk menghadapi kontestasi demokrasi di Pemilu 2024.

"Karena itu di tengah-tengah munculnya ide untuk menaikkan parliamentary threshold dalam Pemilu 2024 dan menyongsong Pilkada, seluruh komponen daerah Gerindra meminta Prabowo untuk memimpin perjuangan tersebut," tutur Dasco.

Dasco menambahkan, hasil kesepakatan dalam Rapimnas itu akan dibawa dan disahkan dalam Kongres Partai Gerindra.

"Rapat yang berakhir pukul 1.30 dini hari membuat kesepakatan akan dilanjutkan dengan kongres yang akan ditentukan waktunya untuk itu," papar Wakil Ketua DPR tersebut.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut para kader partai berlambang kepala burung Garuda menginginkan Prabowo Subianto maju kembali dalam Pilpres 2024.

Kuahnya Segar dan Menggugah Selera, Resep Daging Kuah Tomat Enak Ini Bisa Kamu Coba Buat di Rumah

Hadapi Era New Noral, Beachwalk Terapkan Peraturan Ketat Bagi Pengunjung

Penjelasan Luhut ke Generasi Milineal Soal Posisi China dan AS Terhadap Dampak Ekonomi Global

"Yang saya ikuti dan dengar selama melakukan kunjungan ke daerah."

"Memang masih berharap dan menginginkan Pak Prabowo bersedia kami majukan kembali menjadi calon presiden," ujar Muzani di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Menurut Muzani, meski kader menginginkan Prabowo maju kembali, tetapi partai belum mengambil keputusan secara final tentang pemilihan presiden (Pilpres) pada 2024.

"Kami belum mengambil keputusan politik tentang pencalonan presiden, karena sebagai partai kami belum berkongres," tutur Muzani.

Muzani pun menyebut, jika Prabowo maju pada Pilpres 2024, Gerindra tidak mempersoalkan akan berduet dengan partai manapun sebagai wakil presidennya, baik dari PDIP maupun partai lainnya.

"Tapi saya kira Pak Prabowo sekarang yang paling penting mempersiapkan diri sebaik-baiknya, dan terbuka peluang dengan siapapun."

"Hubungan kami dengan PDIP pun bagus," papar Muzani.

Gelar Kongres Tahun Ini

Partai Gerindra akan menggelar kongres pada tahun ini, demi menentukan ketua umum partai untuk lima tahun mendatang.

Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani mengatakan, saat ini semua kader menginginkan Prabowo Subianto kembali menjabat ketua umum dan ketua dewan pembina.

"Tidak ada calon lain, insyaallah hanya Pak Prabowo yang akan maju," beber Muzani.

Menurut Muzani, kepemimpinan Prabowo masih sangat diinginkan dan diperlukan kader Gerindra.

"Pak prabowo masih diperlukan untuk menjaga kita semuanya," ucap Muzani.

Dengan tidak adanya calon lain sebagai ketua umum Gerindra, kata Muzani, Prabowo akan dipilih secara aklamasi oleh seluruh kader partai berlambang kepala burung Garuda.

Sementara, terkait jadwal kongres Gerindra, Muzani menyebut hal tersebut akan dirapatkan bersama pimpinan di daerah.

"Tahun ini kongres, tapi waktu dan tempat akan kami rapatkan."

"Kami lakukan rapimnas untuk memutuskan pelaksanaan kongres," jelas Muzani.

Unggul di Survei

Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei 'Kuda hitam capres 2024 dan persepsi publik atas dinamika sosial politik pasca 100 hari Jokowi-Maruf.'

Berdasarkan hasil survei Median terhadap pertanyaan "Jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, siapa yang akan anda pilih sebagai presiden?", ada lima tokoh yang mendapat elektabilitas tinggi.

"Dari hasil survei kami, ada lima tokoh yang menempati elektabilitas tertinggi," ungkap Direktur Eksekutif Median Rico Marbun, di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

Prabowo Subianto mendapat elektabilitas paling tinggi dengan perolehan 18,8 persen suara.

Disusul Anies Baswedan (15,8 persen), dan Sandiaga Uno (9,6 persen).

Lalu, Agus Harimurti Yudhoyono (8,3 persen), dan Ridwan Kamil (5,7 persen).

Jika Prabowo dikecualikan dari daftar nama tokoh yang disodorkan ke responden, Anies Baswedan mendapat tingkat keterpilihan tinggi dengan 18,0 persen.

Di bawah Anies Baswedan ada mantan partnernya di DKI, yakni Sandiaga Uno (17,7 persen).

Disusul AHY 9,7 persen, Ridwan Kamil 6,8 persen, dan Ganjar Pranowo 6,3 persen.

Mengacu pada demografi pemilih, Prabowo unggul di kota (20,3 persen).

Sedangkan Anies Baswedan di desa (17,8 persen).

Untuk sebarannya, pemilih Prabowo mayoritas ada di Pulau Jawa (19,2 persen).

Sedangkan Anies Baswedan justru unggul di luar Pulau Jawa (22,2 persen).

Survei dilakukan pada rentang pekan I-II Februari 2020, dengan melibatkan 1.200 responden.

Populasi survei adalah seluruh warga yang memiliki hak pilih dan tersebar di 34 provinsi.

Metode yang digunakan adalah teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender.

Adapun survei ini punya margin of error (moe) sebesar 2,8 persen di tingkat kepercayaan 95 persen.

Quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada.

Demografi responden ada di tingkat desa (51,9 persen) dan kota 48,1 persen.

Responden beragama Islam 88,4 persen, Kristen Katolik 2,6 persen, Kristen Protestan 7,3 persen, dan Hindu 1,7 persen.

Survei Indo Barometer

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi calon presiden (capres) tahun 2024 yang paling banyak didukung oleh publik.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, pada sesi pemaparan hasil Survei Nasional 'Mencari Pemimpin: Road to Capres 2024 dan Parpol 2024.'

Qodari menyatakan, dalam pertanyaan tertutup, tanpa Jokowi sebagai Presiden yang sudah dua periode, sebanyak 22,5 persen publik mengaku akan memilih Prabowo Subianto.

"Dari pertanyaan tertutup terhadap 22 nama calon Presiden."

"Prabowo Subianto unggul dengan presentase 22,5 persen," kata Qodari di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Minggu (23/2/2020) siang.

Setelah Prabowo, di urutan kedua ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 14,3 persen dan Sandiaga Uno 8,1 persen.

Di peringkat empat, Ganjar Pranowo 7,7 Persen dan posisi kelima dihuni Tri Rismaharini 6,8 Persen.

Sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menempati posisi keenam dengan persentase 5,7 persen.

Survei nasional ini digelar pada 9 sampai 15 Januari 2020.

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden.

Margin of error sebesar ± 2.83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Ada pun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih.

Yakni, warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.(*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Prabowo Subianto Diminta Jadi Ketua Umum Gerindra Lagi, Arief Poyuono: Sangat Layak dan Harus Dia, https://wartakota.tribunnews.com/2020/06/06/prabowo-subianto-diminta-jadi-ketua-umum-gerindra-lagi-arief-poyuono-sangat-layak-dan-harus-dia?page=all.

 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved