Akmal Marhali: Sekjen PSSI Harus Menggambarkan Singkatan dari PSSI

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan punya prioritas untuk memilih sekjen meskipun ada opsi mendengarkan saran dan masukan dari Exco

Kompas.com
Pintu gerbang Kantor PSSI di Senayan, Jakarta, disegel oleh massa dari Pecinta Sepakbola Indonesia, Minggu (19/4/2015). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif kepada PSSI yang isinya memutuskan pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI, termasuk hasil KLB di Surabaya yang memilih kepengurusan periode 2015-2019. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Akmal Marhali, pengamat sepak bola dan juga koordinator Save Our Soccer memberikan tanggapannya tentang masih kosongnya Sekjen PSSI sepeninggalan Ratu Tisha yang mengundurkan diri.

Akmal mengatakan, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan punya prioritas untuk memilih sekjen meskipun ada opsi mendengarkan saran dan masukan dari Exco. Sekjen PSSI ke depan harus profesional.

Namun ada kriteria yang dipandang oleh Ikmal harus dimiliki oleh setiap kandidat Sekjen yaitu ,tidak membawa kepentingan selain sepakbola. Punya kapasitas, kapabilitas, dan kredibilitas. Tidak eksklusif. Punya tekad kuat untuk menjalankan reformasi tata kelola sepakbola nasional walaupun tidak berpengalaman di sepakbola.

"Sekjen FIFA, Fatma Samoura tidak punya latar belakang sepakbola. Tapi, mampu mengelola manajerial dan reformasi FIFA," katanya, Senin (8/6/2020) mencontohkan Sekjen yang berasal dari orang yang berkecimpung di luar dunia bola yang jadi Sekjen FIFA.

Ia meyakini, kandidat yang berasal dari luar sepak bola lebih meyakinkan publik, tidak syarat akan kepentingan dan akan lebih fokus pada kegiatan yang berurusan dengan manajerial serta administrasi di PSSI tersebut.

Bahkan dijelaskan pula olehnya, Ketua Umum (Iwan Bule-Sapaan Mochamad Iriawan) lebih baik menunjuk langsung Sekjen untuk membantunya.

"Sekjen PSSI harus menggambarkan singakatan dari PSSI: (P)rofesional, (S)portif, (S)ehat, (I)ntegritas. Seorang Sekjen membawa semangat perubahan ke arah sepakbola Indonesia yang sehat, profesional, bersih, dan bermartabat," tambahnya.

Ia meyakini, di Indonesia punya sumber daya melimpah. Generasi potensial yang punya idealisme, serta loyalitas bekerja untuk sepak bola Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kriteria Sekjen PSSI di Mata Akmal Marhali; Tak Harus Ngerti Bola

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved