Jokowi Ingatkan Ancaman Gelombang Kedua, Rekor Kasus Corona 2 Hari Berturut
Presiden Joko Widodo berjanji bakal melakukan pengetatan atau penutupan kembali jika terjadi kenaikan kasus baru virus corona.
Jumlah kasus pasien sembuh juga mengalami peningkatan. Sepanjang Mei, tercatat jumlah pasien sembuh bertambah hingga 5.786 orang.
Total pasien sembuh ini bertambah dari angka pasien sembuh sebanyak 1.441 pada April 2020 dan melonjak sejak Maret 2020 sebanyak 81 pasien.
Selain itu kasus kematian virus corona juga terus meningkat. Secara kumulatif, jumlah kasus meninggal dunia selama bulan Mei mencapai 821 orang.
Angka ini lebih tinggi dari jumlah kumulatif pada April 2020 sebanyak 656 kasus dan melonjak lebih dari 500 persen sejak angka kematian pada Maret 2020 sebesar 136 kasus.
Pengetatan
Sementara itu Presiden Joko Widodo berjanji bakal melakukan pengetatan atau penutupan kembali jika terjadi kenaikan kasus baru virus corona.
"Perlu saya ingatkan jika dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus baru, kenaikan kasus, maka langsung kita lakukan pengetatan atau penutupan kembali," ujar dia saat mengunjungi gedung BNPB, Jakarta, Rabu (10/6/2020).
Jokowi tidak merinci soal bentuk pengetatan atau penutupan itu. Namun, sejauh ini pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang menutup beberapa akses dan memperketat aturan terhadap warga di berbagai sektor, untuk mencegah penyebaran Corona.
Presiden juga meminta agar jajarannya mencegah gelombang kedua atau second wave penyebaran Covid-19 di Indonesia.
"Dan perlu saya ingatkan jangan sampai terjadi gelombang kedua, second wave, jangan sampai terjadi lonjakan. Ini yang ingin saya ingatkan ke kita semuanya," kata Jokowi.
Ia pun meminta evaluasi rutin terhadap perkembangan kasus Covid-19 di tiap wilayah. Pasalnya, kondisi persebaran virus ini di tiap wilayah masih sangat dinamis.
"Evaluasi secara rutin, sekali lagi, meskipun misalnya sebuah daerah kasus barunya sudah menurun, hati-hati jangan sampai lengah karena di lapangan masih sangat dinamis," katanya.
Selain itu, Jokowi memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Aziz dan Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto untuk mengerahkan personel masing-masing guna berjaga di titik-titik keramaian selama pandemi Covid-19 demi mendisiplinkan warga.
"Saya sudah perintahkan kapolri dan panglima untuk hadirkan aparat di titik-titik keramaian untuk mengingatkan warga agar disiplin, agar mematuhi protokol kesehatan," katanya.
Terkait penanganan virus corona sejauh ini, mantan Wali Kota Solo itu juga menggarisbawahi peran penting sejumlah pihak, termasuk tenaga medis, TNI, dan Polri.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran gugus tugas di desa, RT, RW, seluruh tenaga medis, dokter, perawat, relawan, personel polri, prajurit TNI yang kerja keras tak kenal waktu penuh dedikasi dan pengabdian untuk pengendalian covid," tutur Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-corona-di-indonesia.jpg)