Corona di Bali

19 Pedagang Positif Covid-19, 382 Pedagang Pelataran Pasar Kumbasari Akan Jalani Swab dan Rapid Test

19 pedagang Pasar Kumbasari dinyatakan positif Covid-19, semua pedagang yang berjualan di pelataran akan menjalani swab dan rapid test

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
shutterstock
Ilustrasi virus corona covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menyusul 19 orang pedagang Pasar Kumbasari dinyatakan positif Covid-19, semua pedagang yang berjualan di pelataran malam Pasar Kumbasari akan diswab test maupun rapid test.

Sebelumnya diketahui 1 orang pedagang ikan positif Covid-19 pada Jumat (5/6/2020), sehingga 43 pedagang di Pasar Kumbasari menjalani swab test.

Dari hasil tersebut diketahui 18 orang positif Covid-19, sehingga total pedagang yang postif Covid-19 di Pasar Kumbasari sebanyak 19 orang.

Oleh karena itu, untuk antisipasi, direncanakan semua pedagang akan mengikuti swab test maupun rapid test.

Adapun jumlah pedagang yang akan ikut swab test maupun rapid test ini sebanyak 382 orang dikarenakan 43 pedagang sudah mengikuti swab test.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2020) siang, mengatakan pelaksanaan rapid test maupun swab test ini akan dilakukan bertahap selama 4 hari.

“Rencananya akan dilakukan Jumat dan Sabtu besok. Selanjutnya yang tercecer akan dilanjutkan Senin dan Selasa depan. Karena kan pedagangnya libur semua, sehingga kami kesulitan untuk menghubungi,” kata Kompyang.

Ia mengatakan, Jumat besok ditargetkan bisa melaksanakan swab kepada 50 orang pedagang.

Sementara Sabtu akan dilakukan rapid test kepada minimal 150 orang pedagang.

Untuk yang akan mengikuti swab test yakni semua pedagang ikan yang jumlahnya kurang lebih 100 orang.

Juga kepada pedagang lain yang berada pada radius 5 - 10 meter dari pedagang yang dinyatakan positif Covid-19.

“Sementara untuk yang lainnya minimal harus ikut rapid test. Kalau swab test fokuskan pada pedagang ikan. Kalau radiusnya jauh, kita lakukan rapid test. Kami cari reaktif apa non reaktif. Kalau reaktif dilanjutkan dengan swab test. Karena kan swab test mahal dan alatnya juga terbatas,” katanya.

Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dan menghubungi para pedagang agar pelaksanaan rapid test maupun swab test ini bisa selesai secepatnya.

Sementara itu, bagi pedagang yang tidak ikut tes dan tak bisa menunjukkan hasil negatif baikswab test maupun rapid test tak diperkenankan untuk jualan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved