Pasang Iklan Rokok di Lokasi Sulit Terpantau, Distributor "nakal" Langgar Perda KTR

Pasang Iklan Rokok di Lokasi Sulit Terpantau, Distributor "nakal" Langgar Perda KTR

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Sejak tahun 2017 lalu, Pemkab Klungkung mulai serius menegakkan KTR dengan melarang iklan rokok terpasang di jalan, maupun di warung-warung. Namun saat ini distributor rokok ternyata mulai berani memasang iklannya di warung yang jauh dari pusat kota. Sehingga keberadaanya sulit dipantai tim penegak perda.

Seperti yang didapati Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika mengunjungi Desa Tegak, Klungkung. Ia mendapati sebuah warung yang masih terpasang iklan rokok di Dusun Tulang Nyuh. Ia pun meminta petugas langsung menurunkan iklan rokok itu, karena bertentangan dengan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tenatang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

" Saat ini distributor rokok memasang iklan di warung yang lokasinya sulit dipantau," ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta disela-sela menjadi pembicara di Seminar Pengendalian Tembakau.

Kasatpol PP Klungkung I Putu Suarta pun tidak menampik hal itu. Menurutnya ada beberapa distributor rokok yang mencoba-coba memasang iklan dengan menyasar warung di wilayah yang jarang terpantau. Bahkan terkadang pemilik warung berdalih, iklan rokok itu dimanfaatkan sebagai dinding warung ataupun spanduk.

" Memang ada beberapa, tapi tidak banyak. Meskipun begitu, manapun di Klungkung, jika ketauan ada iklan rokok, akan kami kejar," tegas Putu Suarta, Kamis (11/9).

Ia juga mengatakan, kadang-kadang distributor rokok itu memasang iklan rokok tanpa sepengetahuan pemilik warung atau saat warung tutup. Antisipasi hal itu, Satpol PP keliling sehari tiga kali, untuk memastikan tidak ada warung atau jalan yang terpasang iklan rokok.

" Memang ada yang coba-coba, tapi ketauan langsung kami bongkar iklanya," jelasnya.

Klungkung saat ini memang menjadi daerah yang cukup ketat dalam menerapkan kawasan tanpa rokok. Bahkan sejak tahun 2017 lalu, PAD Klungkung telah nihil dari iklan rokok. Hasilnya berdasarkan penilaian Udayana Central (Center For NCDs, Tobacco Control), Kabupaten Klungkung menjadi daerah dengan nilai kepatuhan masyarakat terhadap KTR diatas rata-rata. Nilai kepatuhan masyarakat Klungkung terhadap KTR tahun 2020 ini sudah mencapai 82 persen.

Sementara Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Klungkung I Ketut Ardana menjelaskan, sebelum pandemi COVID-19, tim GEBRAK (gerakan Bersama remaja anti rokok) aktif ke banjar-banjar untuk sosialisasi KTR.

Pihaknya bulan Juli ini juga akan melakukan survei terhadap persentase perokok pemula di Klungkung. Survei akan dilakukan oleh tim GEBRAK melalui sistem survei online.

" Karena masa COVID-19 seperti saat ini, survei belum bisa kami lakukan," jelas Ardana yang juga penggagas inovasi GEBRAK (gerakan bersama remaja anti rokok). (Mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved