Corona di Indonesia

Pasar Malam Kumbasari Tutup Setelah 18 Pedagang Positif Covid-19, Kasus Di Denpasar Naik Saat PKM

Pemkot Denpasar pun memutuskan menutup total alias me-lockdown Pasar Malam Kumbasari mulai kemarin hingga 15 Juni 2020.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/Noviana Windri
Suasana Pasar Kumbasari, Denpasar sebelum adanya virus Corona, Sabtu (28/9/2019) sore 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 18 orang pedagang di pasar malam Pasar Kumbasari, Denpasar, Bali dinyatakan positif Covid-19.

Hasil ini berdasarkan tes swab massal yang dilakukan terhadap 43 pedagang.

Pemkot Denpasar pun memutuskan menutup total alias me-lockdown Pasar Malam Kumbasari mulai kemarin hingga 15 Juni 2020.

"Ya, dari 43 pedagang yang dites swab, 18 orang dinyatakan positif," kata Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, saat dikonfirmasi Tribun Bali, Rabu (10/6/2020).

Ke-43 pedagang ikan ini mengikuti tes swab massal pada Minggu (7/6/2020).

Swab massal dilakukan setelah seorang pedagang dinyatakan positif Covid-19.

Hasil tes ini keluar Selasa (9/6/2020) malam, dan 18 orang pedagang dinyatakan positif Covid-19.

Rinciannya, 16 orang pedagang ikan dan dua orang pedagang canang.

Sementara dua orang tukang suwun dari Pasar Gunung Agung juga ikut di-swab pada hari yang sama.

Hasilnya, satu orang tukang suwun dinyatakan positif Covid-19.

Sehingga total ada 19 positif Covid-19 dari hasil swab tanggal 7 Juni 2020 tersebut.

Terkait 18 pedagang yang positif ini, Pasar Malam Kumbasari langsung ditutup total selama lima hari.

Sebanyak 425 pedagang yang berjualan di pelataran malam tidak diperbolehkan berjualan pada tanggal 10-15 Juni 2020.

Mereka adalah pedagang bumbu, sayur, daging, dan lainnya.

Seorang pedagang, I Wayan Suparta, yang akan berjualan pun harus pulang kembali membawa barang dagangannya.

"Teman memberitahu tidak dikasi jualan dulu karena Covid-19, ya jadi saya pulang," katanya.

Padahal dia sudah mempersiapkan barang dagangan yang akan dijualnya.

"Balik saja, saya bawa dagangan ke rumah," tambahnya sembari membawa dagangannya.

Sementara pedagang bermobil masih diberikan kelonggaran untuk berjualan.

Hal ini karena lokasinya jauh dari area Pasar Malam Kumbasari.

Selain itu, dua akses masuk ke Pasar Kumbasari juga akan ditutup saat sore.

Sedangkan saat pagi tetap buka karena pasar pagi masih buka.

Dua akses masuk yang ditutup yakni pintu masuk dari utara dan dari barat arah Pasar Pemeregan.

Untuk diketahui pasar malam di Pasar Kumbasari ini biasanya buka pukul 17.00 Wita.

Di sisi lain, Tim Gugus Tugas Kota Denpasar kembali melakukan pelacakan atau tracing contact untuk mengetahui siapa saja yang pernah kontak dengan 18 pedagang yang dinyatakan positif tersebut.

"Kami lakukan penelusuran kembali di Pasar Kumbasari. Kami melacak orang-orang yang kontak dengan 18 pedagang ini dan akan kami swab lagi," kata Kompyang Wiranata.

Pihaknya menargetkan minimal 150 pedagang akan di-swab terkait kasus ini. Untuk swab ini direncanakan diambil dua hari yakni Jumat (12/6/2020) dan Sabtu (13/6/2020) mulai pukul 09.00 Wita.

Jika tes swab selanjutnya hasilnya negatif, pedagang bisa buka kembali tanggal 16 Juni 2020.

Kecuali 18 pedagang yang dinyatakan positif.

"Yang positif ini tidak boleh berjualan selama 14 hari," tandasnya.

Pasar Gunung Agung

Sementara itu, Pemkot Denpasar kembali melakukan tes swab massal kepada pedagang di Pasar Gunung Agung. Tes swab ini dilaksanakan di Pasar Badung pada Rabu (10/6/2020) pagi.

Sebanyak 43 orang pedagang dan karyawan di Pasar Gunung Agung ikut tes swab ini.

Direktur Umum Perumda Pasar Sewakadarma, AAN Yuliartha, mengatakan tes ini dilaksanakan menyusul adanya satu pedagang ikan yang positif Covid-19 di Pasar Gunung Agung.

"Ia dikonfirmasi positif empat hari lalu. Selain yang bersangkutan, istrinya juga positif Covid-19," katanya, kemarin.

Yuliartha menambahkan, pedagang ini sudah tak berjualan sejak seminggu sebelum dinyatakan positif Covid-19.

Setelah dilakukan tracking ditemukanlah 43 orang yang sempat kontak erat dengan pasien.

Kini tempat berjualan pasien positif tersebut diisolasi 14 hari.

Lapak pedagang yang berjualan dengan radius 5 meter dari tempat berjualan pasien positif ini juga ditutup.

Penutupan ini dilakukan hingga hasil swab keluar dengan hasil negatif.

"Ada 10 lapak pedagang ikan yang diisolasi sementara. Kami juga melakukan penyemprotan disinfektan untuk langkah sterilisasi,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga pasar di Denpasar telah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 yakni Pasar Badung, Pasar Kumbasari, dan Pasar Gunung Agung.

Hal ini setelah dua orang pedagang Pasar Badung, satu pedagang Pasar Kumbasari, dan seorang pedagang serta tukang suwun di Pasar Gunung Agung positif Covid-19.

Selain tiga pasar tersebut, ada pula dua Pasar Desa yang menjadi klaster baru yakni Pasar Pameregan dan Pasar Titih. Satu orang pedagang sayur di Pasar Pameregan dan satu pedagang bermobil yang berjualan di Pasar Titih juga dinyatakan positif Covid-19.

Pada Sabtu (6/5/2020) lalu, Tim Gugus Tugas melakukan tes swab massal terhadap 21 pedagang Pasar Badung.

Pada Selasa (9/6/2020), keluar hasil tes swab 18 pedagang dengan hasil negatif. Sedang tiga pedagang lainnya masih menunggu hasil swab.

Tes swab massal ini digelar menyusul adanya dua pedagang yang berjualan di Pasar Badung dinyatakan positif Covid-19.

Keduanya merupakan pasangan suami istri yang berasal dari Kelurahan Penatih, Denpasar.

Penjual daging ayam di lantai I Pasar Badung ini diketahui positif pada Jumat (5/6/2020) setelah dilakukan tes swab.

Bukan Kebobolan

Dengan ditemukan 18 pedagang positif di Pasar Malam Kumbasari, penambahan kasus positif di Kota Denpasar pun cukup drastis pada Rabu (10/6/2020).

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Kota Denpasar, kemarin total ada tambahan 20 kasus positif Covid-19.

Ke-18 pedagang ini kini diisolasi di Bapelkes Provinsi Bali. Sementara untuk satu tukang suwun di Pasar Gunung

Agung berasal dari Kabupaten Badung, sehingga datanya masuk ke Kabupaten Badung.

Selain 18 pedagang di Pasar Kumbasari, juga ada dua kasus lainnya. Pertama seorang perempuan (69) asal Kelurahan Kesiman dirawat di RS Bali Mandara.

Kemudian seorang perempuan (54) asal Kelurahan Pedungan dirawat di RSUP Sanglah.

Secara kumulatif, kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 161 kasus.

"Sementara tambahan sembuh ada dua orang yakni dari Dangin Puri Klod yang dirawat di RSUP Sanglah dan dari Kelurahan Sesetan yang dirawat di Bapelkes," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, kemarin.

Terkait peningkatan kasus Covid-19 ini, Dewa Rai mengakui angkanya memang melonjak. Akan tetapi, ia mengatakan ini memang bagian dari strategi khusus Gugus Tugas untuk mempercepat testing massal dan masif sehingga mempercepat pemutusan penyebaran Covid-19.

“Dengan demikian akan semakin cepat diketahui siapa yang pernah kontak dengan pasien yang positif serta hasilnya. Makanya kami langsung swab, sehingga status mereka yang dapat kontak ini segera diketahui," kata Dewa Rai.

Dengan hasil pemetaan ini juga akan dilakukan tracking hingga isolasi terhadap mereka yang sempat kontak erat.

Yang menarik, peningkatan kasus ini terjadi saat penyelenggaraan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar.

Apakah ini artinya PKM yang juga diterapkan di pasar-pasar tidak efektif atau kebobolan? Dewa Rai menampiknya.

"Bukan kebobolan, memang kelihatan pergerakan orang di Denpasar sangat tinggi, apalagi di pasar yang merupakan pertemuan pengunjung dan pedagang intensitas dan sangat tinggi sehingga pasar sangat berisiko untuk menjadi tempat penularan," jelas Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar ini.

"Oleh karena itu langkah antisipasinya dengan melengkapi pedagang dengan face shield, juga bilik sterilisasi," sambungnya.

Sementara untuk penutupan pasar, pihaknya hanya menutup pasar malam di Kumbasari.

Sementara pasar lain tidak ditutup dikarenakan dapat mengganggu kebutuhan masyarakat.

"Pasar lain belum, kalau tutup pasar semua nanti kebutuhan masyarakat terganggu tapi dari gugus tugas antisipasi imbau hati-hati dan kedepankan protokol kesehatan," katanya.

Sementara untuk pelaksanaan PKM masih tetap berjalan sebagai upaya untuk panduan bagaimana penerapan protokol kesehatan.

"Kan banyak penduduk yang masuk ke desa-desa pasca hari raya sehingga dengan PKM ini bisa diantisipasi. Kalau misalnya ada penduduk pendatang yang tidak jelas masuk Denpasar dan lolos, kan bisa disaring di desa. Ini langkah antisipasi," tandasnya. (sup)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved