Liga Inggris
Pemain Hotspur Dele Alli Kena Larangan Bertanding dari FA karena Unggah Video Lelucon Virus Corona
FA menjatuhkan sanksi tersebut atas video yang Alli unggah pada akun media sosial Snapchat 8 Februari 2020.
TRIBUN-BALI.COM- Anda sebaiknya hati-hati membuat lelucon soal corona.
Pemain Tottenham Hotspur, Dele Alli terkena larangan bertanding sebanyak satu kali dari Asosiasi Sepak Bola Inggris ( FA) gara-gara lelucon soal pandemi Covid-19.
FA menjatuhkan sanksi tersebut atas video yang Alli unggah pada akun media sosial Snapchat 8 Februari 2020.
Kala itu Dele Alli yang mengenakan topi dan masker terlihat melontarkan candaan, seperti mengejek seorang pria Asia yang berada satu lokasi dengannya.
Alli sedang berada di bandara ketika membuat dan mengunggah video yang sempat viral tersebut.
Sikap Dele Alli menuai kecaman dari FA selaku induk sepak bola Inggris. Selain terkena larangan bertanding, Alli pun didenda 50.000 pounds (sekitar Rp 891 juta).
• Ketum PSSI: Liga 1 Indonesia Siap Bergulir Lagi, Panduan Protokol Kesehatan Adopsi WHO & Bundesliga
• 5 Zodiak dengan Sifat Terburuk: Taurus Si Keras Kepala, Cancer Selalu Punya Cara untuk Balas Dendam!
• Bali United Bantu APD untuk Lima Rumah Sakit di Bali
Langkah FA dalam menindaklanjuti kasus video lelucon Alli diambil berdasarkan peraturan FA poin E3 soal aktivitas media sosial.
"Dele Alli telah melanggar aturan FA poin E3 (1) karena menghina dan/atau tidak patut dan/atau membuat pertandingan menjadi buruk," tulis FA dalam pernyataannya.
Tindakan Dele Alli juga terancam dibenturkan pada peraturan FA terkait sikap menyinggung ras, warna kulit, asal etnis atau kebangsaan.
Namun, berdasarkan laporan dari BBC, Kamis (11/6/2020), Dele Alli tampak bebas dari tuduhan yang berkenaan dengan isu rasialisme tersebut dan hanya dianggap melakukan tindakan tidak patut dalam aktivitas media sosial.
Pemain berkebangsaan Inggris itu meminta maaf dan menyadari bahwa video yang dia unggah adalah kesalahan.
Selain itu, Alli pun bersyukur FA tidak menganggap videonya sebagai tindak rasialisme.
Dele Alli pun angkat bicara setelah FA mengeluarkan keputusan soal video unggahannya.
"Menanggapi keputusan FA, saya ingin meminta maaf lagi untuk setiap pelanggaran yang disebabkan oleh perilaku saya," kata Alli lewat unggahan pada akun Twitter, Kamis (11/6/2020) malam WIB.
"Itu adalah lelucon yang sangat buruk, tentang virus (corona) yang telah berdampak ke kehidupan kita, lebih dari yang bisa kita bayangkan."
"Saya bersyukur FA telah mengonfirmasi bahwa tindakan saya tidak rasis, sebab saya membenci rasialisme dalam bentuk apa pun," lanjutnya.
"Kita semua perlu memerhatikan kata-kata dan tindakan dan bagaimana hal itu bisa berdampak pada orang lain," tutur Alli.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Unggah Video Lelucon Virus Corona, Dele Alli Kena Larangan Bertanding