Sudah Disiapkan Sanksi Tipiring, Beberapa Warga Masih Enggan Pilah dan Buang Sampah Sesuai Jadwal

Sudah Disiapkan Sanksi Tipiring, Beberapa Warga Masih Enggan Pilah dan Buang Sampah Sesuai Jadwal

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Kadis LHP A.A.Kirana serta KasatpolPP Putu Suarta saat memantau ketaatan warga membuang sampah, Jumat pagi (12/6). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Dalam beberapa hari ini belakangan, Pemkab Klungkung gencar sosialisasi untuk Perda Klungkung no. 7 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah. Meskipun sanksi pelanggar Perda tersebut efektif diterapkan, Jumat (13/5) hanya saja sejumlah warga di seputaran Kota Semarapura, Klungkung masih kedapatan membuang sampah tanpa dipilah dan tidak sesuai waktu yang sudah ditentukan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Kadis LHP A.A.Kirana serta KasatpolPP Putu Suarta saat memantau ketaatan warga membuang sampah, Jumat pagi (12/6). Sejak pagi hari, menyanbangi beberapa titik lokasi pembuangan sampah di seluruh Kelurahan di Klungkung.

Mukai dari Kampung Lebah di Kelurahan Semarapura Kangin, Jalan Puputan di Kelurahan Semarapura Klod, lalu menyusuri Jalan Flamboyan di Kelurahan Semarapura Kauh, Jalan Ngurah Rai dan Besang di Kelurahan Semarapura Kaja, dan berakhir di Lingkungan Semarapura Tengah Bupati. Dalam pemantauannya itu, Suwirta mendapati sebagian besar sampah masih tidak dipilah. Sampah bercampur dan diletakkan begitu saja diatas trotoar dan diujung gang.

" Masyarakat ternyata masih belum sadar untuk memilah sampah. Padahal sejumlah petugas pengawas sudah ditempatkan dititik titik pembuangan sampah sejak pukul 6 pagi, tapi sampah ternyata sudah dibuang sejak kemarin sore atau pada malam hari sebelumnya. Kita harus lebih gencar lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat,"ujar Bupati Suwirta dengan raut wajah kecewa.

Saat melakukan pemantauan, sejumlah warga yang kedapatan sedang meletakkan sampahnya yang tidak dipilah pun langsung diinterogasi Bupati Suwirta. Pihaknya memerintahkan untuk memasukan atau mengambil kembali sampah itu untuk dipilah dirumah masing masing. Jika tidak, maka akan langsung dikenai sangsi tindak pidana Rmringan ( tipiring )sesuai Perda yang telah ditetapkan. Mendapat teguran seperti itu, warga pun meminta maaf dan segera mengambil dan membawa kembali sampah mereka kerumah untuk dipilah.

Dalam wawancaranya Bupati Suwirta kembali mewanti wanti seluruh warga Klungkung untuk taat kepada Perda no. 7 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah. Dimasa pandemi covid-19 ini dirinya tidak ingin sampah menjadi persoalan baru yang dapat mengganggu kesehatan warga dan kerusakan lingkungan yang lebih parah. Selain itu kondisi TPA Sente yang sudah overload, adalah akibat dari sampah yang tidak dipilah sehingga tidak terjadi penguraian dengan baik.

"Peran serta masyarakat untuk memilah sampah akan sangat besar dampaknya bagi lingkungan kita. petugas telah berupaya keras untuk untuk mengelola sampah, namun jika tidak ada peran dan kepatuhan dari masyarakat maka akan menjadi sia sia, untuk itu mari kita bersama sama mendukung program Gema Tansaplas ( Gerakan Masyarakat Puputan Sampah Plastik) untuk Klungkung yang lebih bersih, sehat, indah dan nyaman," ujar Bupati asal Nusa Ceningan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Klungkung tengah gencar mensosialisasikan Perda no. 7 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah. Sampah dari rumah tangga wajib untuk dipilah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik diangkut petugas pada hari Senin dan Jumat sedangkan sampah anorganik diangkut petugas pada hari Minggu, Selasa Rabu, Kamis dan Sabtu. Sampah wajib dibungkus sehingga tidak menimbulkan bau dan menarik minat hewan liar, serta akan memudahkan petugas sampah. Perda berlaku tidak hanya di wilayah Kota Semarapura namun juga untuk seluruh desa disemua kecamatan. (Mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved