Breaking News:

Paus Sperma Kerdil Viral di Semawang Terdampar di Pantai Lembeng Gianyar, Dagingnya Dipotong Warga

Kepala BPSPL Denpasar, Permana Yudiarso menjelaskan, informasi adanya paus sperma kerdil itu berawal dari media sosial.

dok istimewa/Tribun Bali
Tim BPSPL Denpasar mendatangi Pantai Lembeng, Gianyar, Bali, Jumat (19/6/2020) untuk menelusuri keberadaan paus sperma kerdil yang terdampar. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR- Tim Respon cepat Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar bersama BKSDA Bali, Pangkalan PSDKP Benoa, dan Polairud Polres Gianyar mengamankan bangkai Paus Sperma Kerdil (Kogia Sima) yang terdampar di Pantai Lembeng, Gianyar, Bali, Jumat (19/6/2020) sore. 

Kepala BPSPL Denpasar, Permana Yudiarso menjelaskan, informasi adanya paus sperma kerdil itu berawal dari media sosial. 

"Berdasarkan hasil penelusuran informasi di lapangan, ditemukan bahwa biota laut tersebut adalah jenis Paus Kerdil Sperma (Kogia sima) dengan panjang sekitar 1.9 meter, " kata Permana Yudiarso 

Sebelum terdampar di Pantai Lembeng, Gianyar, Paus Sperma Kerdil itu sempat bertikai di pesisir pantai Semawang, Sanur, Kamis (18/6/2020).

Pada sore kemarin, salah satu paus itu ditemukan terdampar dan diduga terseret arus ke pantai lembeng, Gianyar, Bali. 

Permana Yudiarso menjelaskan, berdasarkan penuturan saksi, warga yang menemukan paus sperma kerdil itu sebetulnya sudah berusaha mengembalikan biota tersebut kembali ke laut, namun berkali-kali ombak membawa biota tersebut kembali ke pantai. 

"Didorong oleh kepercayaan masyarakat bahwa minyak paus berguna untuk obat ataupun keperluan supranatural, beberapa oknum masyarakat akhirnya memilih untuk memanfaatkan dan memotong-motong paus tersebut," ujar Permana Yudiarso

Setelah menelusuri informasi, tim BPSPL Denpasar akhirnya mendatangi rumah warga yang membawa daging paus sperma kerdil itu. 

Warga yang membawa daging paus kerdil sperma itu mengaku tidak tahu bahwa satwa tersebut dilindungi undang-undang. 

 
 

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPSPL Denpasar bersama para stakeholder lainnya melakukan sosialisasi tentang jenis ikan tersehut dilindungi undang-undang yakni UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perubahan UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, serta PP No. 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumberdaya Ikan. 

Pihak BKSDA juga menambahkan adanya aturan PP No.7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwal, serta Permen LHK No. 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. 

Di akhir kegiatan, seluruh pihak yang hadir sepakat agar para pelaku menandatangani surat pernyataan yang berisi pengakuan dan penyesalan telah melakukan tindakan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi di masa mendatang serta bersedia dikenakan sanksi jika terjadi lagi. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved