Usul Tambahan Anggaran Rp 10 Triliun, Mentan Targetkan Produksi Padi Capai 63,50 Juta Ton di 2021

esuai dengan Surat Bersama Pagu Indikatif (SBPI), Kementerian Pertanian ditargetkan memenuhi sasaran produksi beberapa komoditas strategis pada tahun

Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Ilustrasi - Musim panen padi di daerah Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Rabu (01/05/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi padi di tahun depan akan mencapai 63,50 juta ton.

Angka ini lebih tinggi dari target produksi 2020 yang mencapai 59,15 juta ton.

“Sesuai dengan Surat Bersama Pagu Indikatif (SBPI), Kementerian Pertanian ditargetkan memenuhi sasaran produksi beberapa komoditas strategis pada tahun 2021, di antaranya padi sebesar 63,50 juta ton,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rapat kerja dengan DPR, Senin (22/06/2020).

Menurut Syahrul, untuk mencapai target tersebut, Kementan pun dilakasikan pagu indikatif untuk 2021 sebesar Rp 18,43 triliun.

Sukseskan Program Ketahanan Pangan, Kapolres Gianyar Pimpin Kegiatan Penanaman Padi di Ubud

Tak hanya padi, Syahrul pun mengatakan, pihaknya turut ditargetkan mengejar produksi komoditas pangan lain, seperti jagung yang target produksinya sebesar 26 juta ton, kedelai 480.000 ton, daging sapi/kerbau 463.000 ton, bawang merah 1,74 juta ton, cabai besar 1,45 juta ton, cabai rawit 1,57 juta ton dan lainnya.

“Komoditas strategis lainnya ditargetkan meningkat dibandingkan tahun 2020,” tambah Syahrul.

Namun, dari pagu indikatif yang diberikan, Syahrul berpendapat, anggaran tersebut masih belum memadai.

Pasalnya, Kementan harus menjalankan program-program yang sudah dirancang, meningkatkan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, pengembangan pertanian modern dan peningkatan ekspor, hingga mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Karena itu, dia pun mengusulkan ada tambahan anggaran Rp 10 triliun.

Serangan Tikus Turunkan Produksi Padi di Bangli Hingga 30 Persen

Ketua Komisi IV DPR Sudin berpendapat, bila memang anggaran Rp 18 triliun tersebut tak memadai, sebaiknya eselon I Kementan mengevaluasi target-targetnya.

Halaman
12
Editor: Kambali
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved