Beredar Video Bule Duduk di Pelinggih di Mengwi, PHDI Minta Pengempon Pura Lapor Polisi

Beredar Video Bule Duduk di Palinggih di Mengwi, PHDI Minta Pengempon Pura Lapor Polisi

Tribun Bali/Wema Satyadinata
Ketua PHDI Bali, Prof I Gusti Ngurah Sudiana. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Di media sosial beredar sebuah video singkat seorang wisatawan asing atau bule yang duduk di palinggih pura.

Wisatawan asing perempuan berbaju merah tersebut terlihat asik duduk di palinggih sambil bermain ponsel.

Dari caption di vedeo, lokasinya yakni di salah satu pura yang ada di Pantai Mengening, Cemagi, Mengwi, Badung.

Dikonfirmasi Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, Selasa (23/6/2020) petang mengatakan dari dulu PHDI sudah sering memberikan saran kepada pengempon pura supaya pintu pura dikunci jika tidak ada persembahyangan atau tidak ada kegiatan di pura.

Juga ada pengawasan sesuai jadwal yang diatur untuk menjaga pura.

Pihaknya sangat menyayangkan karena kejadian seperti ini terus terjadi berulang-ulang.

"Ini artinya kita belum bisa mengambil pengalaman dari kejadian lalu. Semua pihak harusnya supaya ikut sama-sama bagaimana menjaga kesucian pura," katanya.

Pihaknya juga menyarankan kepada para guide atau pemilik penginapan atau hotel di tempatnya menginap supaya menyediakan buku panduan kecil berkaitan dengan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan wisatawan khususnya di tempat suci pura.

Dengan kejadian ini orang Bali tidak bisa menyaalahkan wisatawan tersebut sepenuhnya karena mereka tidak paham.

Berbeda dengan yang dilakukan oleh wisatawan yang sudah lama di Bali.

"Kalau baru di Bali mungkin kita bisa paham namun ia tetap bersalah. Mestinya bertanya pada orang sekitar supaya tidak melakukan kesalahan. Kalau kita di luar negeri juga diawasi ketat dan kalau tidak tahu pasti bertanya," katanya.

Pihaknya menambahkan, PHDI juga sudah mengimbau agar di depan pura diisi papan peringatan terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Setiap tamu juga harus didampingi oleh pemandu jika ke pura.

Pihaknya mengaku akan meminta pada pengempon pura untuk melaporkan hal ini ke polisi.

"Kami minta pengempon pura supaya mengadu pada pihak keamanan, menyampaikan keberatannya bahwa ada tamu melakukan hal seperti ini. Nanti dicari dimana tamu ini tinggal, dan siapa yang mengajak supaya dipanggil pihak kepolisan, karena ini termasuk kelalaian," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved