Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali United

Michael Yansen Orah Merasa Sedih Karena Hal Ini

Bek kiri Bali United, Michael Yansen Orah (34), saat ini merasa sangat sedih karena hal ini

Tayang:
Penulis: Marianus Seran | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Bek Bali United, Michael Orah layak disematkan sebagai Super Orah. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bek kiri Bali United, Michael Yansen Orah (34), saat ini merasa sangat sedih karena Covid-19 membuat kompetisi tanah air dihentikan.

Sudah tiga bulan tanpa latihan tim, pertandingan bersama tim, dan merasakan euforia langsung para fans di stadion.

"Sangat sedih karena sepak bola tidak jalan dan tidak bersama tim," ujar Orah, Selasa (23/6/2020).

Meski merasa kecewa dengan situasi ini, Orah tetap mendoakan semua rekannya dan pelatih tetap sehat.

Daftar iPhone yang Kebagian Update iOS 14, Ada iPhone 11 hingga iPod touch (7th generation)

BNNP Bali Ungkap Kasus Narkotika, BNNK Badung dan Gianyar Turut Serta Dalam Pengungkapan Ini

Besok PUPR Denpasar Lakukan Tes Geoteknik Terhadap Keretakan Ornamen Style Bali Pasar Badung

Semoga semuanya cepat berlalu dan kegiatan kembali normal di tanah air.

"Sehat-sehat saya, semoga saja virus bisa teratasi dan liga bisa jalan lagi," ujarnya.

Dia mengatakan, untuk mengobati rasa kangen dengan rekan tim, komunikasi hanya lewat chatting lewat media sosial saja.

"Sekarang saya latihan hanya di rumah, seperti jogging di jalan setiap hari untuk jaga kebugaran saja. Kalau latihan di lapangan kadang kadang saja, kuncinya tetap bugar saja," ujarnya.

Dia menambahkan doa terbaik, semoga semua diberikan kesehatan dan semoga juga liga cepat bergulir lagi, bagi pelatih dan pemain adalah kompetisi.

"Kami pasti tetap berlatih agar tetap bugar, tapi semuanya butuh kompetisi, saat kompetisi kembali gulir kami pasti siap, "katanya. (*)

Butuh Waktu Sebulan

Bek kiri Bali United, Michael Orah mengaku, membutuhkan waktu sekitar sebulan penuh untuk mengembalikan kondisi fisik individu dan kebersamaan tim, jika benar Liga I Indonesia 2020 kembali digelar Oktober 2020.

Meskipun semua pemain melakukan training individu secara mandiri di rumah, mereka tetap butuh latihan secara tim untuk mengembalikan sentuhan, kekompakan, dan kembali merasakan atmosfer latihan dan pertandingan.

"Kami butuh waktu sebulan. Saat ini semua pemain mendapat program latihan yang sama dari pelatih, tapi butuh " kata Michael Orah kepada Tribun Bali, Selasa (23/6/2020).

Orah juga mengatakan, banyak hal yang dirindukan selama tiga bulan tanpa latihan dan pertandingan, akibat pandemi Covid-19.

"Yang saya rindukan adalah sebuah pertandingan dan keseruan para suporter," ujar eks bek Persija Jakarta.

Orah mengatakan, saat ini masih berada di Sulawesi Utara sejak kompetisi dihentikan 16 Maret 2020 lalu.

Ia belum memutuskan untuk kembali ke Bali, karena sejauh ini belum ada pemberitahuan dari manajemen Bali United.

"Ya kalau instruksi manajemen dan pelatih harus ke Bali, yah pasti saya ke Bali," katanya.

PSSI Pusat telah menyiapkan protokol kesehatan bertanding di tengah pandemi Covid-19.

11 buku panduan dibuat bagi para pelatih dan pemain saat menjalani kompetisi pada Oktober 2020.

Kompetisi pun kabarnya akan dipusatkan di Pulau Jawa.

"Selagi itu menjaga kesehatan dan keselamatan yah harus dijalani dengan sebaik-baiknya. Kondisi saya dan keluarga di Manado belum terlalu aman, tapi kalau kampung saya sudah aman," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved