BNNP Bali Ungkap Kasus Narkotika, BNNK Badung dan Gianyar Turut Serta Dalam Pengungkapan Ini

BNN Provinsi Bali kembali mengungkap kasus narkotika selama pandemi Covid-19

Tribun Bali/Rizal Fanany
Kepala BNN Provinsi Bali, Putu G. Suastawa bersama dengan Kepala Bidang Penindakan dan Penyelidikan, Sutikno menunjukkan barang bukti saat jumpa press pengungkapan kasus tindak pidana narkotika, Selasa (23/6/2020). BNNP Bali ungkapkan lima kasus tindak pidana nakotika selama pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali kembali mengungkap kasus narkotika selama pandemi Covid-19, setidaknya ada lima kasus yang berhasil diungkap BNN hari ini Selasa (23/6/2020).

Dalam keterangan Kepala BNN Provinsi Bali, Putu Gede Suastawa bersama Kepala Bidang Penindakan dan Penyelidikan Sutikno menjelaskan kepada Tribun Bali dan awak media yang hadir di Gedung BNN Jalan Kamboja, Denpasar, Bali.

Ia mengatakan, dari kelima kasus yang berhasil diungkap didapat di wilayah Denpasar, Badung dan Gianyar.

"Hari ini kita kembali mengungkap kasus Narkotika, dimana lokasi berada di wilayah Denpasar, Badung dan Gianyar. Ada lima kasus yang berhasil kita ungkap baik sabu, ganja dan shabu-shabu," ujarnya.

Tinjau Banyuwangi, Tim Mabes Polri: Banyuwangi Siap Sambut New Normal Pariwisata  

Pemandangan Kontras Man City Vs Burnley, Spanduk Perlawanan Melintas di Atas Stadion Etihad

Turun 25 BPS, BI Harapkan Ekonomi Kembali Bergerak

Sementara itu, dalam kasus yang berhasil diungkap BNN Provinsi Bali, kasus pertama terjadi pada hari Kamis (11/6/2020).

Usai menerima laporan masyarakat di salah satu kamar kos, Jalan Bukit Tinggi, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali pelaku RN (46) dibekuk petugas BNN Bali.

Hasil penggeledahan di kamar kosnya, petugas menemukan barang bukti berupa narkotika jenis metamfetamina atau sabu-sabu dengan berat 36,92 gram yang disimpan dalam paket.

Setidaknya ada 34 paket berisi kristal bening yang disimpan pelaku RN, lebih lanjut dalam keterangan Kepala BNN Bali mengatakan, pelaku ini sebelumnya merupakan pengedar.

Atas kasus tersebut ia pun dijerat dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Halaman
1234
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved