Progres Revitalisasi Pasar Banyuasri Capai 50 Persen

Meski ditengah pandemi virus corona atau covid-19, progres revitalisasi Pasar Banyuasri sejak Selasa (23/6) sudah mencapai 50 persen

Gambar oleh Photo Mix dari Pixabay
FOTO ILUSTRASI PASAR TRADISIONAL 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Meski ditengah pandemi virus corona atau covid-19, progres revitalisasi Pasar Banyuasri sejak Selasa (23/6) sudah mencapai 50 persen. Pihak rekanan dalam hal ini PT Tunas Jaya Sanur, mampu mengerjakan proyek tersebut lebih cepat dari target yang ditetapkan 47 persen, atau plus tiga persen

Direktur Utama PT Tunas Jaya Sanur, I Made Budi Atmika mengatakan, proses pengerjaan revitalisasi Pasar Banyuasri saat ini sudah memasuki tahap finishing dibangunan utama dan ruko.

Ia pun tidak memungkiri bahwa Pemkab Buleleng telah melakukan rasionalisasi terhadap anggaran proyek revitalisasi Pasar Banyuasri sebesar Rp 56 Miliar.

Meski anggarannya dirasionalisasi untuk penanganan covid-19, Atmika mengaku proyek akan tetap diselesaikan, dengan menggunakan modal sendiri. Sehingga ia optimis, proyek tersebut tetap dapat diselesaikan tepat waktu, hingga akhir Desember tahun ini dengan melibatkan sebanyak 350 tenaga kerja lokal.

“Progres pembayaran dari Pemkab Buleleng sudah 46 persen. Memang ada rasionalisasi namun kami siap menyediakan anggaran sendiri agar proyek bisa selesai sesuai kontrak hingga akhir Desember,” terangnya.

Selama pandemi covid-19 ini, Atmika mengaku tidak mengalami kendala terkait pasokan material, karena sudah tersedia di workshop.

“Pekerjaan kami semua praktis, karena sudah disiapkan semua di workshop. Lift untuk pengunjung rencananya sudah mulai dipasang bulan depan,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adhipta mengatakan, masalah rasionalisasi anggaran revitalisasi Pasar Banyuasri menjadi kewenangan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana.

“Saat ini pimpinan (bupati,red) sedang memikirkan masalah anggaran yang kurang karena digunakan untuk penanganan Covid-19. Kami dari PUTR hanya fokus untuk pengerjaannya saja,” katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, I Putu Gede Astawa yang hadir untuk meninjau proses pembangunan Pasar Banyuasri mengaku sangat mengapresiasi kinerja pihak rekanan, sebab progresnya plus tiga persen dari target yang ditentukan.

“Tidak ada catatan khusus, saya justru mengacungi jempol untuk rekanan,” singkatnya.

Seperti diketahui, Pemkab Buleleng melakukan rasionalisasi belanja modal untuk diarahkan menjadi Belanja Tidak Teduga (BTT) yang dapat digunakan untuk penanganan covid-19 di Bumi Panji Sakti.

Salah satu yang disasar adalah proyek revitalisasi Pasar Banyuasri. Beberapa waktu lalu, Sekda Buleleng Gede Suyasa mengatakan, Dinas PUTR Buleleng bisa memasang kembali anggaran pada APBD Buleleng tahun 2021 mendatang, senilai Rp 56 Miliar untuk Pasar Banyuasri.

Pasar Banyuasri akan dibangun tiga lantai. Dimana untuk lantai I disiapkan 200 los basah dan 252 los kering. Sementara di lantai II disiapkan 244 los dan 184 unit kios. Sedangkan di lantai III disiapkan 8 unit kios kuliner dan areal parkir. Pasar ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp 159.55 Miliar. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved