Penemuan Mayat di Buleleng
Penemuan Mayat di Kos-Kosan Desa Pejarakan Bali, Idul Ditemukan Membusuk
Kepada polisi, Sulatri mengungkapkan jika Ardiansyah sudah menempati kamar kosnya sejak tiga bulan lalu.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Masyarakat di Banjar Dinas Goris Asri, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng digegerkan dengan penemuan jenazah laki-laki di sebuah kamar kos. Saat ditemukan, jenazah sudah dalam keadaan membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap.
Penemuan jenazah diketahui Senin 25 Mei 2026, sekitar pukul 08.00 Wita.
Adapun identitas jenazah bernama Muhammad Ardiansyah Idul (36) asal Kelurahan/Desa Gayam, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi membenarkan ihwal adanya penemuan jenazah.
Baca juga: MAYAT di Banjar Cabe Darmasaba Ternyata Korban Pembunuhan Berencana, Polisi Sebut Lehernya Digorok!
Berawal saat pemilik kos bernama Luh Sulatri datang ke kos untuk bersih-bersih.
"Saat itu saksi melihat kamar korban dalam keadaan terbuka dan tercium bau yang tidak sedap. Kemudian saksi melihat dari luar kamar didapati korban sudah terbujur kaku dengan kepala menghadap ke barat," ucapnya seizin Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman.
Melihat hal tersebut, perempuan 54 tahun itu segera memanggil anaknya bernama Ketut Andi Saputra untuk bersama-sama melihat ke kamar Ardiansyah.
Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek Gerokgak untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Tak berselang lama, sejumlah personel Polsek Gerokgak mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.
Kepada polisi, Sulatri mengungkapkan jika Ardiansyah sudah menempati kamar kosnya sejak tiga bulan lalu.
"Berdasarkan keterangan saksi, korban tinggal bersama seorang perempuan yang diakui sebagai istrinya. Namun saksi tidak mengenal istri korban dan saat ini istri korban sudah pulang ke Jawa sekitar dua bulan yang lalu," jelasnya.
Luh Sulastri tidak mengetahui aktivitas sehari-hari almarhum. Pun demikian selama tinggal di kos, almarhum juga tidak pernah mengeluh sakit.
"Saksi terakhir mengobrol bersama korban pada hari Jumat tanggal 22 Mei 2026 sekira jam 16.00 Witq," ucapnya.
Keterangan anak pemilik kos, Ketut Andi Saputra, sehari sebelumnya yakni Minggu 24 Mei 2026, ia sempat datang ke rumah kos untuk menaruh barang dan kembali ke pondok di kebun.
Namun saat itu ia tidak melihat korban dan tidak menemukan hal-hal yang janggal di rumah kos.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Polisi-saat-melakukan-olah-TKP-pasca-penemuan-jenazah-di-kamar-kos-563.jpg)