Penemuan Mayat di Buleleng
Penemuan Mayat di Kos-Kosan Desa Pejarakan Bali, Idul Ditemukan Membusuk
Kepada polisi, Sulatri mengungkapkan jika Ardiansyah sudah menempati kamar kosnya sejak tiga bulan lalu.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sama dengan ibunya, Ketut Andi terakhir melihat Ardiansyah pada hari Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu almarhum sedang berbelanja di toko depan rumah kos.
"Saksi tidak mengetahui penyebab dari kematian korban. Ia juga menerangkan bahwa sebelumnya korban pernah bercerita kepada kalau dirinya sedang sakit gigi," ungkapnya.
Sementara keterangan tetangga depan kamar kos almarhum bernama Komang Sudarmi mengatakan jarang bertemu dengan almarhum.
Sebab semasa hidup, ia jarang keluar kamar. Sedangkan saat siang hari saksi berangkat kerja.
"Saksi menerangkan kalau sebelum mayat korban ditemukan tidak pernah ada kejadian dirumah kontrakan/Kos-kosan," imbuhnya. (mer)
Tidak Ditemukan Tanda-tanda Kekerasan
Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dokter dari Puskesmas Gerokgak II, dr. Dwi Permana Putri, tidak menemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan pada jasad almarhum. Namun, kondisi jasad sudah mengalami pembusukan.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban berupa satu unit handphone, KTP, serta tas berisi perlengkapan kerja, obeng, soder listrik, kabel charger warna putih.
"Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kematian korban. Sedangkan keluarga korban disebut belum berhasil dihubungi," kata Iptu Yohana.
Jenazah Ardiansyah selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans PMI ke kamar jenazah RSUD Buleleng. (mer)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Polisi-saat-melakukan-olah-TKP-pasca-penemuan-jenazah-di-kamar-kos-563.jpg)