Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

KPU Buleleng Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di Institut Mpu Kuturan Bali

Peserta diberikan pemahaman mengenai Daerah Pemilihan Bali yang memiliki alokasi sembilan kursi anggota DPR RI. 

Tayang:
Istimewa
Sosialisasi - Suasana Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di IMK Singaraja, Rabu (27/5/2026). KPU Buleleng Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di Institut Mpu Kuturan Bali 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - KPU Kabupaten Buleleng mendorong generasi muda menjadi pemilih kritis dan rasional. 

Mahasiswa diingatkan agar menentukan pilihan berdasarkan kualitas dan kapasitas calon, bukan semata karena popularitas.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja, Selasa 26 Mei 2026. 

Kegiatan yang digelar melalui Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM) itu diikuti mahasiswa sebagai bagian dari pendidikan demokrasi dan kepemiluan bagi generasi muda.

Baca juga: KPU Buleleng Gelar Sosialisasi di SLB Negeri 2 Singaraja Bali, Perluas Edukasi Pemilu

Dekan Fakultas Dharma Duta Institut Mpu Kuturan, I Putu Mardika, mengapresiasi KPU Kabupaten Buleleng yang rutin melaksanakan sosialisasi di lingkungan kampus. 

Ia berharap mahasiswa dapat menjadi pemilih cerdas dalam menentukan pilihan politik.

"Mahasiswa harus memilih berdasarkan kualitas dan kapasitas calon, bukan hanya karena popularitas," ujarnya.

Dalam sesi materi, Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata, memberikan pemahaman terkait kepemiluan dan demokrasi. 

Materi yang disampaikan meliputi jenis dan warna surat suara dalam pemilu, termasuk fungsi masing-masing surat suara pada pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden dan wakil presiden.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai Daerah Pemilihan Bali yang memiliki alokasi sembilan kursi anggota DPR RI. 

Selain itu, Putu Arya mengajak mahasiswa memahami politik secara positif sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. 

"Politik bukan hal negatif, melainkan sarana masyarakat menentukan arah pembangunan dan masa depan bangsa," tegasnya.

Ia juga menjelaskan peran lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif dalam sistem ketatanegaraan Indonesia agar peserta memahami fungsi masing-masing lembaga dalam penyelenggaraan negara.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam setiap tahapan demokrasi, khususnya sebagai pemilih pemula yang akan menentukan kualitas kepemimpinan bangsa di masa depan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. 

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan terkait pemilu, sistem demokrasi, hingga peran generasi muda dalam kehidupan politik di Indonesia. (mer)

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved