Babak Baru Kasus Jiwasraya, 13 Manajer Investasi Ditetapkan Tersangka oleh Kejagung, Nasib Nasabah?

Kasus Jiwasraya memasuki babak baru. Itu setelah 13 manajemen investasi (MI) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

KONTAN/Cheppy A. Muchlis
Ilustrasi Jiwasraya 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kasus Jiwasraya memasuki babak baru. 

Itu setelah 13 manajemen investasi (MI) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung

Diantaranya adalah  PT DM/PAC, PT OMI, PT PPI, PT MD, PT PAM, PT MAM, PT MNC, PT GC, PT JCAM, PT PAAM, PT CC, PT TVI, dan PT SAM.

Penetapan tersangka baru atas kasus Jiwasraya dari kalangan manajer investasi ini bakal memberikan dampak bagi industri reksadana.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyatakan hingga Mei 2020 dana kelolaan dari 13 MI tersebut sekitar Rp 50 triliun.

Ia menyebut, seperti dilansir via Kontan, nilai itu sekitar 10% dari total portofolio industri reksa dana.

“Sejak tahun lalu Kejagung sudah meneliti aliran arus dana Jiwasraya, salah satunya kepada MI. Sepengetahuan saya, yang nantinya akan dibekukan adalah produk yang terkait langsung dengan Jiwasraya.

Investor yang memegang produk yang terkait langsung harus menunggu ke depannya bakal seperti apa, buntutnya harusnya dilikuidasi,” ujar Wawan pada Kamis (25/6).

Berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya, belum ada perusahaan MI yang dibekukan.

Ia menilai untuk produk-produk reksadana yang tidak terkait Jiwasraya masih bisa dilakukan aktivitas jual atau subscription maupun pencairan atau redemption.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved