Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Dari Target 900 Orang, Hanya 512 Warga Desa Darmasaba Badung Yang Ikut Rapid Test

Rapid test yang dilaksanakan di Desa Darmasaba Badung tidak sesuai dengan target

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Badung kembali melaksanakan rapid test massal di lingkungan Desa Adat Tegal Darmasaba, khususnya di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali, Jumat (26/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Rapid test yang dilaksanakan di Desa Darmasaba, khususnya di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Badung, Bali, Jumat (26/6/2020), ternyata tidak sesuai dengan target.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Badung menargetkan 900 warga mengikuti rapid test.

Hingga kegiatan selesai, tercatat hanya sebanyak 512 warga yang mengikuti rapid test.

Koordinator Kehumasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Badung IGN Jaya Saputra mengakui hal tersebut.

Pihaknya mengatakan memang tidak banyak warga yang mengikuti rapid test tersebut.

“Kami akui masih jauh dari target, kemungkinan di sana masyarakatnya ada yang masih kerja dan yang lainnya,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (26/6/2020).

Meski demikian, pihaknya mengakui dari 512 yang mengikuti rapid test, semua hasilnya non reaktif.

Sehingga diduga penyebaran Covid-19 di wilayah Darmasaba belum begitu meluas.

“Di sana kan ada 3 pos. Pos Banjar Bersih yang ikut rapid test sebanyak 102 orang, di Pos wantilan Pura Ancak sebanyak 196 orang dan pos SD 5 Darmasaba sebanyak 214 orang,” bebernya sembari mengatakan semua hasilnya non reaktif.

Dengan hasil semuanya non reakif, pihaknya tetap akan melakukan pemantauan dan perkembangan di wilayah tersebut.

Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi penyebaran Covid-19 akibat transmisi lokal.

“Kita lihat dulu perkembangannya, karena hasilnya non reaktif semua,” katanya,

Jika di wilayah tersebut kembali ditemukan adanya transmisi lokal, maka pihaknya mengaku kemungkinan akan kembali dilakukan rapid test massal.

“Meski angka yang ikut rapid test terlihat sedikit, namun itu merupakan warga yang terkontaminasi kasus yang sebelumnya,” akunya

Lanjut dijelaskan, perkembangan penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut akan terus dipantau, pasalnya di daerah tersebut banyak warga yang mempunyai usaha potong babi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved