Berita Banyuwangi

Bupati Anas Apresiasi Kader PDIP Banyuwangi Tak Terprovokasi Aksi Pembakaran Bendera Partai

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi para kader PDI Perjuangan di daerah tersebut yang tetap solid dan tak terprovokasi

haorrahman
Bupati Anas Apresiasi Kader PDIP Banyuwangi 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi para kader PDI Perjuangan di daerah tersebut yang tetap solid dan tak terprovokasi oleh aksi pembakaran bendera partai itu yang dilakukan sekelompok massa pada pekan lalu di Jakarta.

”Salut untuk teman-teman PDI Perjuangan di Banyuwangi dan di seluruh daerah yang tetap solid dan tak mau terprovokasi, serta memilih menyerahkan masalah pembakaran bendera ke jalur hukum, sesuai surat perintah harian Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujar Anas kepada wartawan, Senin (29/6/2020).

”Memang sudah seharusnya, begitu ada masalah, maka biar diselesaikan lewat jalur hukum. Tidak perlu provokasi dibalas dengan aksi kekerasan,” imbuh Anas.

Anas pun mengajak semua elemen warga untuk terus kompak, bersatu padu, dan tak mudah dipecah belah.

Setelah Dirapid, Satu Kasir Tiara Dewata Reaktif, Kini Diisolasi

Kemenhub Wajibkan Operator Koordinasi Dengan Gugus Tugas Dalam Memilih Mitra Rapid Tes dan PCR

RS Overload, Risma Sebut Tak Bisa Berkomunikasi dengan RSUD Dr Soetomo Milik Pemprov Jatim

Masa sulit saat ini dengan adanya pandemi Covid-19 memerlukan gotong-royong semua elemen. Tanpa kerja bersama, pandemi tidak akan bisa dilalui dengan baik.

”Daerah kita, negara kita, juga harus terus bergegas melakukan langkah-langkah pembangunan. Dan itu hanya bisa dilakukan jika semua kompak, bergotong-royong, tidak terpecah belah,” papar politisi PDI Perjuangan itu.

Anas lantas mencontohkan sejumlah negara di Timur Tengah yang terus terkoyak oleh konflik, sehingga tidak bisa melakukan pembangunan dengan baik.

”Maka jangan sampai Indonesia terseret ke dalam konflik. Jangan mau dipecah belah,” ujarnya.

Jika upaya memecah belah bangsa berhasil dilakukan, lanjut Anas, maka yang dirugikan adalah masyarakat luas karena tidak dapat hidup tenang serta tidak dapat meningkatkan derajat hidupnya.

Kuasai Sabu dan Ganja hingga Dijerat Pasal Berlapis, Yudi Diganjar 10 Tahun Penjara

Lion Air Group Pastikan Kualitas Udara & Kebersihan Kabin Pesawat Jet Boeing Terjaga Baik

Ditemukan Kembali Kasus Positif Covid-19 Baru, China Karantina 400.000 Penduduk Kota Anxin

Yang ada justru konflik serta perseteruan berkepanjangan yang menyita habis energi masyarakat.

”Indonesia harus terus bekerja menghadapi tantangan nasional dan global untuk menyukseskan tugas sejarah membangun kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan perdamaian dunia,” tambahnya. (*)

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved